Jumat, 30 Jan 2026 18:49 WIB

Kisah Inspiratif Isnan Effendi: Bangkit dari Keputusasaan Menjadi Penjual Sukses di TikTok

Isnan Effendi memperagakan cara jualan di TikTok ketika berada di Rumah Literasi Digital (RLD), Jl Kaca Piring 6 Surabaya, Rabu (24/9/2025). INPhoto/Alim
Isnan Effendi memperagakan cara jualan di TikTok ketika berada di Rumah Literasi Digital (RLD), Jl Kaca Piring 6 Surabaya, Rabu (24/9/2025). INPhoto/Alim

SURABAYA, iNFONews.ID - Di era digital yang serba cepat ini, kisah sukses sering kali lahir dari platform yang tak terduga. Salah satunya adalah Isnan Effendi. Ia berhasil mengubah keputusasaan menjadi peluang emas di TikTok.

Isnan memulai perjalanannya di TikTok pada tahun 2022, bukan karena ikut-ikutan tren, melainkan karena tuntutan keadaan. Platform penjualan sebelumnya mengalami penurunan omzet yang signifikan, sementara stok produknya terbatas. Namun, semangat pantang menyerah mendorongnya untuk membuka toko di TikTok.

"Saat itu, saya tidak hanya menjual produk sendiri, tetapi juga bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki barang namun belum membuka toko di sana," ujar Isnan saat ditemui di Rumah Literasi Digital (RLD), Jl Kaca Piring 6 Surabaya, Rabu (24/9/2025).

Ujian demi ujian datang menghampiri. Setiap kali produk teman laku, Isnan harus meminjam uang atau membuat kesepakatan pembayaran tempo. "Saya selalu jujur bahwa saya menunggu pencairan dari TikTok," katanya.

Setelah dua tahun berjuang dengan penjualan yang fluktuatif, Isnan hampir menyerah. Stok produk menipis, HP cepat panas saat live, dan peringatan pelanggaran dari TikTok semakin membuatnya bimbang.

Namun, titik balik terjadi pada pertengahan September 2024. Isnan membutuhkan Rp1.200.000 untuk kulakan 10 produk yang diyakini bisa memberikan keuntungan 500%. Dengan berani, ia memposting produk tersebut dan langsung mendapatkan pembeli seharga Rp750 ribu.

Masalahnya, Isnan tidak memiliki modal untuk menebus barang itu. Ia mencoba meminjam uang dari teman-teman yang dulu pernah dibantunya, namun semua menolak. Di saat yang sama, pembeli terus menagih pesanan.

"Di titik itu, saya pasrah. Saya hubungi pembeli dan teman, menjelaskan kondisi saya dengan jujur," kenang Isnan.

Hari itu, Isnan merenung dan berdialog dengan diri sendiri. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus bergantung pada orang lain. "Saya harus live dengan produk saya sendiri, meski seadanya," ujarnya.

Sore itu, Isnan mencoba lagi. Ia menyalakan live TikTok dengan barang seadanya, tanpa ekspektasi. Hasilnya? Tak terduga. Dalam satu jam live, ia mendapatkan GMV Rp1 juta.

"Saya terkejut. Itu bukan hanya tentang uang, tapi tentang harapan," kata Isnan.

Sejak saat itu, penjualan Isnan terus meningkat. Pada bulan September 2025, ia bisa berkata dengan penuh syukur bahwa kondisi keuangannya jauh lebih baik. Keuntungan demi keuntungan dialokasikan untuk membeli aset, kebutuhan usaha, dan keluarga.

"Dari perjalanan panjang ini, saya belajar bahwa kekuatan bukan datang dari modal besar atau bantuan banyak orang, tetapi dari keberanian untuk jujur, berproses, dan bangkit dari titik terendah," pungkas Isnan.

Editor : Alim Kusuma