Isyana Sarasvati Meriahkan Ubaya Culture Festival 2021

INPhoto/Pool

INFONews.id I Surabaya - Ubaya Culture Festival (UCF) 2021 gelar konser virtual perdana menghadirkan Isyana Sarasvati dan Eclat Story. UCF merupakan program annual event yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (BEMUS) bidang Kementerian Seni dan Budaya. Musisi dan grup musik ternama Indonesia ini menghibur dan menyanyikan lagu andalan mereka secara daring, Sabtu (10/4/2021).

Tema yang diusung dalam UCF tahun ini yaitu Ganur Citra. Ganur citra memiliki arti harapan pada generasi muda untuk memiliki wawasan luas dan pikiran terbuka terhadap pentingnya keberagaman seni dan budaya di Indonesia. Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta akan keberagaman seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat terutama generasi muda. Acara juga dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan unsur seni dan budaya Indonesia.

“Sebenarnya kami memilih bintang tamu berdasarkan hasil survei yang dilakukan ke masyarakat. Hasilnya sebagian besar masyarakat ingin menonton Isyana Sarasvati dan Eclat Story di acara UCF. Setelah itu kami mulai survei bintang tamu, ternyata mereka cocok dengan konsep yang ingin kami bawakan yaitu generasi muda yang kreatif, bertalenta dalam industri musik Indonesia serta selalu bangga terhadap budaya dan keberagaman Indonesia,” jelas Nathasya Fabiola selaku Ketua Pelaksana UCF 2021.

Pada kesempatan ini, terdapat sesi live interview bersama anggota Eclat Story yaitu Yesua Abraham dan Louis Xander membahas mengenai keragaman budaya di Indonesia. Mereka juga memberikan pesan kepada generasi muda agar selalu bangga dengan adanya keberagaman seni dan budaya yang dimiliki Indonesia. Salah satu contohnya ialah batik. Mereka menjelaskan bahwa orang memakai batik di luar negeri terutama di Jepang sudah termasuk sebagai barang luxury. Jadi sebagai warga Indonesia tidak perlu malu untuk memakai dan melestarikannya.

“Indonesia itu menjadi menarik dan indah karena beragam seni serta budaya. Sebenarnya tanpa ada perbedaan itu nggak ada keindahan. Seperti kita membuat konten, tentu harus beragam. Jadi kalian yang punya logat Surabaya harus dipertahankan agar keberagaman itu tidak hilang dan tetap ada di Indonesia,” ucap Louis Xander sebagai gitaris Eclat Story.

Selain menampilkan konser virtual, BEMUS juga mempersembahkan rangkaian acara lain yang menarik untuk diikuti oleh generasi milenial. Acara ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu virtual exhibition, konser virtual, dan drama musikal. Pada tahun ini, UCF berkolaborasi dengan CreatiOnline untuk menampilkan pertunjukan seni secara online yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum. CreatiOnline 2021 merupakan kompetisi online dengan 10 cabang perlombaan bertema budaya yang juga digelar oleh BEMUS sejak Februari lalu.

Sepuluh cabang perlombaan tersebut yaitu face painting, cover lagu, mash-up lagu, video opini, dance, komik pendek, fotografi, poster, desain totebag, dan cerita pendek (cerpen). Kompetisi ini hanya bisa diikuti oleh mahasiswa aktif Ubaya. Hasil karya mahasiswa CreatiOnline 2021 ditampilkan saat sesi virtual exhibition atau dapat dilihat melalui channel YouTube BEM Universitas Surabaya.

“Melalui kolaborasi ini diharapkan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda dapat mengingat kembali keunikan dan beragam budaya yang dimiliki negara kita sendiri,” ucap Nathasya, sapaan akrab mahasiswi semester 6 Program Studi Teknik Kimia Ubaya.

Disamping itu, terdapat penampilan istimewa berupa drama musikal berjudul ‘Rama dan Shinta’ hasil kolaborasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Theater, UKM Tari, dan UKM Musik Ubaya. Nathasya sebagai perwakilan generasi muda mengungkapkan jika kisah Rama dan Shinta sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Namun, dirinya merasa cerita tersebut masih kurang mendapat perhatian di masyarakat terutama generasi muda. Akhirnya dipilihlah drama musikal yang dirasa paling cocok dan sesuai untuk menarik perhatian generasi muda saat ini.

“Semoga melalui acara UCF dan CreatiOnline 2021 ini masyarakat menjadi lebih paham dan mengetahui tentang budaya yang ada di Indonesia sendiri. Kami juga terus berupaya agar menjadi wadah bagi mahasiswa Ubaya untuk terus mengembangkan potensi, bakat serta karya-karyanya dengan menyelenggarakan kegiatan positif dan bermanfaat,” tutup Menteri Bidang Seni dan Budaya BEMUS. (Lim).

 

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait