Jumat, 09 Okt 2026 20:56 WIB

Intip Inovasi Hidrogen Hijau PLN Nusantara Power, Calon Pemimpin Masa Depan Belajar Transisi Energi di Muara Karang

Sesi pembelajaran bersama narasumber teknis, peserta mempelajari proses produksi hidrogen hijau (IN/PHOTO: HUMAS)
Sesi pembelajaran bersama narasumber teknis, peserta mempelajari proses produksi hidrogen hijau (IN/PHOTO: HUMAS)

JAKARTA, INFONews.ID — Bagaimana menjaga pasokan listrik tetap andal sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih? Pertanyaan strategis itu menjadi salah satu pembelajaran yang dibawa pulang peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) saat mengunjungi PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Rabu (7/10/2026).

Terpilih sebagai lokasi Business Immersion yang mewakili PLN dalam program tersebut, UP Muara Karang memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung penerapan inovasi teknologi, pengelolaan aset, dan strategi transisi energi dalam operasional ketenagalistrikan.

Kegiatan yang diselenggarakan PT Danantara Asset Management itu merupakan bagian dari P3MD Fase 2 Business & Leadership Class. PLN menjadi salah satu dari 10 BUMN yang ditunjuk sebagai lokasi pembelajaran. Masing-masing lokasi menerima 40 peserta untuk mendalami proses bisnis dan tantangan strategis perusahaan secara langsung.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, menekankan pentingnya pengalaman langsung di lingkungan pembangkitan. Menurutnya, pengalaman itu membangun pemahaman calon pemimpin mengenai kompleksitas bisnis energi, termasuk tantangan menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan dan keberlanjutan.

“Transisi energi bukan hanya persoalan teknologi, melainkan juga bagaimana strategi diterjemahkan menjadi keputusan operasional yang tepat. Di PLN Nusantara Power, kami harus memastikan pembangkit beroperasi secara andal, efisien, dan aman, sembari terus mengembangkan inovasi untuk mendukung energi yang lebih bersih,” ujar Ari.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Green Hydrogen Plant (GHP) di kawasan Muara Karang. Fasilitas itu menjadi wujud nyata langkah PLN Nusantara Power dalam mengembangkan hidrogen hijau sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi bersih di Indonesia.

Melalui sesi pembelajaran bersama narasumber teknis, peserta mempelajari proses produksi hidrogen hijau, potensi pemanfaatannya untuk pembangkitan dan transportasi, serta peluang integrasinya dengan energi terbarukan. Inisiatif pengembangan teknologi berbasis alga dan berbagai inovasi lainnya juga memperlihatkan potensi solusi energi yang lebih berkelanjutan.

Selain mengenal teknologi energi bersih, peserta diajak memahami bisnis ketenagalistrikan dari hulu hingga hilir. Pembelajaran meliputi pemantauan operasi melalui ruang kendali (control room), prinsip kerja turbin gas, Heat Recovery Steam Generator (HRSG), dan turbin uap pada PLTGU, hingga pengelolaan generator, sistem proteksi, dan jaringan listrik.

Kunjungan lapangan ke PLTGU Blok 3 memberi gambaran langsung mengenai keterkaitan setiap komponen pembangkit dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Peserta juga mempelajari pengelolaan pemeliharaan aset, penerapan budaya keselamatan, serta pengendalian risiko operasional sebagai bagian penting dari kinerja perusahaan.

Sesi lainnya, PLN Nusantara Power memperkenalkan transformasi digital melalui Nusantara Control Center (NuCC) dan pengembangan energi terbarukan, termasuk PLTS Terapung Cirata. Berbagai inisiatif itu mencerminkan pendekatan PLN NP dalam mengintegrasikan keandalan pembangkitan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan energi bersih.

Menurut Ari, pembelajaran lintas sektor seperti ini penting untuk memperluas perspektif kepemimpinan. Pemimpin masa depan tidak cukup hanya memahami strategi di tingkat konseptual, tetapi perlu mengetahui bagaimana strategi itu dijalankan, risiko dikelola, dan nilai perusahaan diciptakan dalam praktik sehari-hari.

“Kami berharap pengalaman ini dapat memperkaya perspektif peserta dalam melihat tantangan bisnis dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui partisipasi dalam Business Immersion P3MD, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan bisnis ketenagalistrikan. Lebih dari sekadar kunjungan operasional, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan strategi, teknologi, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan transisi energi sekaligus menyiapkan generasi pemimpin yang mampu mendorong daya saing dan keberlanjutan BUMN di masa depan. (*)

Editor : Tudji Martudji