SURABAYA, INFONEWS.ID - PT PAL Indonesia kembali mencatatkan capaian di pasar ekspor industri pertahanan. Galangan kapal milik negara tersebut meluncurkan Future Landing Dock (LD)-603, kapal pertama dari dua unit Landing Dock yang dipesan Philippine Navy, di Graving Dock Orca PT PAL Indonesia, Surabaya.
Peluncuran kapal menjadi penanda berlanjutnya kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina yang telah terjalin lebih dari satu dekade. Proyek tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan kapal perang berstandar internasional.
Baca juga: Dubes Denmark Sebut PT PAL Simbol Teknologi Terdepan Indonesia
Seremoni dihadiri Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Flag Officer in Command Philippine Navy Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan, serta jajaran pejabat pertahanan kedua negara.
PT PAL menyelesaikan pembangunan lambung kapal dalam waktu enam bulan. Percepatan itu didukung penerapan sistem Industrial Maritime 4.0 (IM4) yang mengintegrasikan digitalisasi proses produksi, efisiensi manufaktur, serta pengendalian mutu secara menyeluruh.
Setelah resmi diluncurkan, kapal akan menjalani tahapan outfitting, harbour acceptance test, hingga sea acceptance test sebelum diserahkan kepada Philippine Navy pada 2026.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan peluncuran LD-603 menjadi simbol kepercayaan yang terus dibangun antara Indonesia dan Filipina di sektor industri pertahanan.
"Landing Dock-603 untuk pertama kalinya menyentuh air sebagai kapal pertama dari dua unit yang kami bangun untuk Angkatan Laut Filipina. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi. Meski sempat menghadapi tantangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok, kinerja proyek tetap dapat dijaga sehingga dampaknya terhadap penyelesaian pembangunan bisa diminimalkan," ujarnya.
Kerja sama PT PAL dengan Philippine Navy bukan kali pertama. Sebelumnya perusahaan telah menyelesaikan pembangunan dua unit Strategic Sealift Vessel (SSV), sejumlah Landing Craft Utility (LCU), serta proyek Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) BRP Tarlac-601 yang memperoleh penilaian "Very Satisfactory" dari pihak Filipina.
Baca juga: Danantara Percepat Realisasi Dukungan untuk PT PAL Indonesia
Flag Officer in Command Philippine Navy, Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, menilai Landing Dock baru tersebut akan memperkuat kemampuan armadanya dalam mendukung operasi militer maupun misi kemanusiaan.
"Kapal ini akan meningkatkan kemampuan kami mengangkut personel, peralatan, dan logistik ke seluruh wilayah kepulauan Filipina. Selain mendukung operasi amfibi dan keamanan maritim, kapal juga akan memperkuat pelaksanaan misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada PT PAL atas kualitas pengerjaan proyek tersebut. "Keberhasilan ini tidak akan terwujud tanpa keahlian dan komitmen PT PAL Indonesia terhadap kualitas. Atas nama Angkatan Laut Filipina, kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh manajemen dan insan PT PAL," ucapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan. Menurutnya, Landing Dock menjadi investasi penting untuk memperkuat kemampuan sealift, operasi amfibi, hingga penanganan bencana di negaranya.
Baca juga: Dampingi AHY ke Rusia, PT PAL Jajaki Kerja Sama Energi Maritim
Dalam kesempatan tersebut, Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta juga menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama PT PAL Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi perusahaan dalam mendukung modernisasi kekuatan maritim Filipina.
Keberhasilan proyek ekspor tersebut mempertegas daya saing industri pertahanan nasional di pasar internasional. Didukung teknologi pembangunan kapal perang, galangan modern, penerapan Industrial Maritime 4.0, serta pengembangan sumber daya manusia, PT PAL terus memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Peluncuran LD-603, kapal perang Filipina itu bukan hanya menandai kemajuan pembangunan kapal perang, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri pertahanan maritim di tingkat regional.
Editor : Alim Kusuma