Dari Gili Iyang ke Puncak Akademik: Kisah Mawardi Tuntaskan Doktor 4 Semester di UIN Malang

infonews.id

MALANG, iNFONews.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah asal Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura. Mawardi, seorang pemuda dari pulau yang tersohor dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia tersebut, sukses menuntaskan sidang tertutup program doktoral (S3) hanya dalam waktu empat semester atau sekitar dua tahun masa studi.

Capaian langka ini diraih Mawardi pada Program Doktor Hukum Keluarga Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Keberhasilan menuntaskan jenjang tertinggi akademik dalam waktu sesingkat itu menjadi buah bibir, mengingat rata-rata masa studi doktoral biasanya memakan waktu tiga hingga lima tahun.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Pulau Gili Iyang, tetapi juga bagi Kabupaten Sumenep secara umum. Di tengah tantangan akses pendidikan yang sering dialami masyarakat kepulauan, Mawardi membuktikan bahwa batasan geografis bukan merupakan penghalang untuk mencapai puncak prestasi akademik.

Sidang tertutup disertasi yang dilaksanakan di lingkungan program pascasarjana tersebut menjadi tahapan krusial sebelum ia melangkah ke sidang terbuka promosi doktor. Keberhasilan ini dinilai sebagai capaian yang luar biasa karena menuntut ketekunan tinggi, riset yang mendalam, serta kewajiban publikasi ilmiah yang ketat.

Pemuda asal Sumenep ini menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menegaskan bahwa apa yang diraihnya hari ini merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten serta dukungan penuh dari keluarga dan para dosen pembimbing yang selama ini mengawal risetnya.

“Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi menjadi motivasi bahwa putra-putri daerah kepulauan juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat akademik tertinggi. Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari wilayah kepulauan,” ujar Mawardi Selasa (19/5/2026)

Riset disertasi yang diusung Mawardi tergolong sangat aplikatif dan berakar pada realitas sosial. Ia mengangkat tema mengenai penyelesaian sengketa perceraian berbasis masyarakat melalui peran pemerintah desa dengan pendekatan integratif hukum responsif dan perspektif maqasid syariah.

Penelitian tersebut menyoroti praktik mediasi sosial di tingkat desa yang selama ini menjadi kearifan lokal dalam menyelesaikan konflik keluarga. Dengan pendekatan ilmiah yang kuat, Mawardi berhasil membedah bagaimana peran pemerintah desa bisa menjadi solusi alternatif dalam menjaga keharmonisan sosial sesuai hukum Islam.

Keberhasilan Mawardi ini pun mendapat perhatian khusus dari tokoh masyarakat di kampung halamannya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep yang juga berasal dari Pulau Gili Iyang menyambut kabar baik ini dengan penuh kebanggaan dan apresiasi tinggi.

Sosok pemuda ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa anak daerah dari wilayah kepulauan memiliki kualitas dan daya saing yang mampu berbicara banyak di kancah nasional. Prestasi ini diharapkan dapat memicu semangat literasi dan pendidikan di wilayah ujung timur Madura tersebut.

"Setiap ada kemauan dengan usaha yang sungguh-sungguh, di situ pasti ada jalan untuk mencapainya. Semoga ini menginspirasi untuk pemuda dan pemudi ke depannya," ungkap H. Masdawi, anggota DPRD Sumenep.

Senada, Kepala Desa Banra'as, Pulau Gili Iyang, H. Mathor, juga menyampaikan apresiasinya. Ia merasa bangga karena disertasi yang ditulis Mawardi merupakan hasil penelitian langsung di Desa Banra'as, tempat kelahiran sang doktor muda.

"Saya sangat apresiasi karena salah satu pemuda Desa Banra'as ini membawa kajian tentang *local wisdom* yang ada di desa kami ke jenjang pendidikan doktoral di UIN Malang. Ia mampu mempertahankan hasil riset tersebut di hadapan para penguji yang merupakan pakar hukum," tuturnya.

Prestasi ini sekaligus menjadi representasi semangat generasi muda Madura dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan selesainya sidang tertutup ini, Mawardi kini bersiap untuk mengabdikan ilmunya bagi masyarakat, membawa semangat perubahan dari pulau oksigen untuk kemajuan Indonesia. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru