JAKARTA, iNFONews.ID - Militer Israel mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar membawa bantuan logistik menuju Jalur Gaza.
Pencegatan tersebut berlangsung di perairan internasional, memicu gelombang protes keras karena dianggap menabrak hukum internasional serta hak asasi manusia.
Baca juga: PFI Desak Pembebasan Wartawan WNI yang Diculik Israel
Di dalam kapal tersebut, terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang sedang meliput penyaluran bantuan kemanusiaan global tersebut.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengutuk keras aksi pembajakan oleh armada zionis. Menurutnya, tindakan militer itu murni pelanggaran hukum laut internasional dan mencederai kebebasan sipil warga dunia yang ingin menolong warga Palestina.
"Para relawan tidak membawa senjata. Mereka hanya membawa obat-obatan, bahan makanan, dan solidaritas dunia untuk warga Gaza yang mengalami kelaparan akibat blokade berkepanjangan," ujar Andi dalam keterangan resminya di Jakarta.
Baca juga: Fotografer Era Digital: Menolong atau Memotret, Melerai atau Merekam?
Manajemen media nasional tersebut kini memprioritaskan keselamatan seluruh delegasi Indonesia yang berada di kapal.
Kehadiran jurnalis di dalam armada kemanusiaan itu murni untuk menjalankan tugas jurnalistik dan mengabarkan kondisi riil krisis kelaparan di lapangan kepada masyarakat dunia.
Andi menyatakan bahwa pihaknya berdiri bersama seluruh aktivis kemanusiaan global dan menolak keras segala upaya kriminalisasi terhadap misi bantuan di laut lepas.
Baca juga: AI Campus iSTTS Meracik Formula Jurnalisme Cerdas Tanpa Kehilangan Integritas
Komunikasi dengan jaringan diplomatik terus diupayakan demi memastikan keselamatan para jurnalis dan relawan aman hingga kembali ke tanah air.
Editor : Alim Kusuma