SURABAYA, iNFONews.ID - Relawan Indonesia akan mengikuti misi kemanusiaan Gaza melalui skema land convoy atau konvoi darat lintas negara. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari gerakan global Global Sumud Flotilla yang menghimpun masyarakat sipil dari berbagai belahan dunia.
Rute konvoi dirancang berangkat dari Tripoli, Libya, lalu melintasi wilayah Libya hingga Mesir, dengan tujuan akhir perbatasan Rafah, pintu utama distribusi bantuan ke Gaza. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai tenaga medis hingga relawan teknis.
Baca juga: PKS Jawa Timur: Dukungan untuk Palestina Adalah Pelunasan Utang Sejarah
Dari Indonesia, enam relawan akan bergabung. Dua di antaranya berasal dari Surabaya, sementara sisanya dari Jakarta dan Bandung. Mereka dilepas dalam agenda doa bersama di Masjid Nuruzzaman, Kampus B UNAIR, Minggu (3/5).
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Warga yang hadir menjadikannya ruang solidaritas terbuka, tempat dukungan moral dikumpulkan sebelum para relawan berangkat ke wilayah konflik.
Dewan pengarah GPCI, Ziyad, menyebut keterlibatan relawan sebagai bentuk respons masyarakat sipil terhadap krisis kemanusiaan global.
Baca juga: Starbucks Indonesia dan Starbucks Foundation Donasikan 5M untuk Masyarakat di Gaza
“Misi tersebut bukan hanya perjalanan lintas negara, tetapi upaya bersama menghadirkan bantuan dan kepedulian. Tidak semua harus berada di lokasi, setiap orang bisa ambil peran,” kata dia.
Selain jalur darat, bantuan untuk Gaza juga ditempuh melalui rute laut yang telah berjalan sejak April 2026 dari Barcelona, Spanyol. Upaya lain dilakukan lewat forum internasional guna membuka akses bantuan lebih luas.
Koordinasi lintas negara menjadi tantangan tersendiri. Tim relawan saat ini berupaya menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir untuk memastikan kelancaran perjalanan dan penerimaan di titik akhir.
Baca juga: Seruan Boikot Kurma Israel Kembali Bergaung Menjelang Ramadhan
Inisiatif pelepasan relawan di Surabaya juga membawa pesan pemerataan gerakan solidaritas. Selama ini, aksi serupa kerap terpusat di Jakarta dan Jawa Barat. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas partisipasi publik di Jawa Timur dan wilayah lain.
Misi konvoi darat ke Gaza tak hanya soal distribusi bantuan. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi simbol tekanan moral agar akses kemanusiaan tetap terbuka di tengah konflik berkepanjangan.
Editor : Alim Kusuma