Kamis, 12 Mar 2026 04:12 WIB

PKS Jawa Timur: Dukungan untuk Palestina Adalah Pelunasan Utang Sejarah

DPW PKS Jatim perkuat dukungan kemerdekaan Palestina. INPhoto: Ilustrasi/Gemini
DPW PKS Jatim perkuat dukungan kemerdekaan Palestina. INPhoto: Ilustrasi/Gemini

SURABAYA, iNFONews.ID - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur kembali mempertegas posisi politiknya terhadap kedaulatan Palestina. 

Dalam pertemuan bersama awak media di Surabaya, Rabu (11/3/2026), partai tersebut menyerukan agar masyarakat Indonesia tidak mengendurkan dukungan moral maupun material bagi bangsa yang masih terjajah tersebut.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyatakan bahwa keberpihakan terhadap Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan amanat kemanusiaan universal. 

Ia menilai konsistensi ini merupakan perwujudan nyata dari pembukaan UUD 1945 yang menuntut penghapusan segala bentuk penjajahan di muka bumi.

"Sejak awal berdiri, PKS tidak pernah bergeser dari garis perjuangan ini. Selama Palestina belum berdaulat penuh, dukungan kita tetap menjadi keharusan," tegas Bagus di hadapan jurnalis.

Bagus mengajak publik untuk menengok kembali catatan sejarah awal berdirinya Republik Indonesia. 
Menurutnya, Palestina merupakan salah satu entitas yang paling awal memberikan pengakuan serta dukungan diplomatik saat Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan pada 1945.

"Bangsa ini memiliki utang sejarah yang besar. Saat kita sedang tertatih memperjuangkan kedaulatan, Palestina hadir memberikan pengakuan. Kini, sudah menjadi kewajiban moral bagi kita untuk membalas budi dengan berdiri tegak di belakang perjuangan mereka," ungkapnya.

Kondisi geopolitik terkini yang masih fluktuatif di Timur Tengah, lanjut Bagus, menempatkan rakyat Palestina dalam posisi rentan. Oleh karena itu, tekanan diplomatik dan bantuan kemanusiaan dari negara-negara seperti Indonesia tetap menjadi tumpuan utama bagi stabilitas di sana.

Tidak berhenti pada retorika, PKS Jatim memastikan akan terus mengintegrasikan isu Palestina ke dalam agenda politik dan sosial mereka. Hal ini mencakup penggalangan solidaritas melalui aksi kemanusiaan hingga advokasi di tingkat legislatif.

Bagus berharap agar gelombang kepedulian masyarakat luas tetap terjaga dan tidak bersifat musiman. 
Baginya, konsistensi publik dalam menyuarakan isu ini merupakan modalitas penting bagi diplomasi Indonesia di level internasional.

"Dukungan ini tidak boleh layu hanya karena isu lain muncul. Yang paling krusial adalah bagaimana ritme kepedulian ini terus diperkuat hingga kemerdekaan mutlak dirasakan oleh saudara-saudara kita di sana," tutup Bagus.

Editor : Alim Kusuma