SURABAYA, iNFONews.ID - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Beladiri Campuran yang diinisiasi oleh IBCA MMA Provinsi Jawa Timur akhirnya resmi berakhir dengan penuh drama dan prestasi. Di tengah persaingan sengit antar kota dan kabupaten se-Jawa Timur, kontingen Kabupaten Blitar berhasil mencuri perhatian publik dengan performa para petarung mudanya yang luar biasa tangguh di atas oktagon.
Kabupaten Blitar sukses membawa pulang total 8 medali yang terdiri dari 5 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Raihan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet beladiri campuran di Bumi Penataran tidak bisa dipandang sebelah mata. Prestasi gemilang ini sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Blitar sebagai Juara Umum 2 kategori Youth, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi IBCA MMA Kabupaten Blitar.
Keberhasilan ini diraih melalui perjuangan 12 atlet yang dikirimkan, dengan rincian 8 atlet bertarung di kelas kompetisi dan 4 atlet kategori beginner non-kompetisi. Meski 4 atlet pemula belum berhasil membawa pulang medali, pengalaman bertanding di level provinsi ini menjadi modal berharga bagi mentalitas dan jam terbang mereka di masa depan.
Pelatih IBCA MMA Kabupaten Blitar, Fafik Nurul Huda, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian anak asuhnya. Beliau menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin tinggi, dan latihan intensif yang dijalani para atlet selama berbulan-bulan sebelum memasuki arena Kejurprov.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Anak-anak telah memberikan yang terbaik di arena. Kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membawa nama baik daerah di kancah yang lebih tinggi," ujar Fafik.
Fafik mengatakan 8 atlet peraih medali tersebut kini masuk dalam radar proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Mereka dipersiapkan secara khusus untuk mewakili Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang yang rencananya akan diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan.
menurutnya Loncatan prestasi dari level daerah ke nasional ini menjadi tantangan baru bagi tim pelatih. Program latihan akan segera dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya agar para atlet Blitar mampu bersaing dengan petarung-petarung terbaik dari seluruh Indonesia saat mengenakan seragam kebesaran Jawa Timur nanti.
"Target kita bukan lagi lokal, tapi nasional. Kami akan segera tancap gas mempersiapkan fisik dan teknik untuk Makassar nanti," tambahnya.
Tak lupa Fafik mengapresiasi kepada 4 atlet beginner yang telah berani tampil. Ia menegaskan bahwa peran mereka sangat vital sebagai pelapis dan calon bintang masa depan. Kegagalan meraih medali kali ini dianggap sebagai pelajaran penting untuk mengasah teknik dan ketenangan saat menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
"Bagi saya, mereka tetap pemenang karena sudah berani naik ke oktagon. Kekalahan hari ini adalah guru terbaik. Kami tidak akan membiarkan mereka menyerah; justru ini adalah saatnya mengevaluasi kekurangan untuk tampil lebih gahar di sirkuit berikutnya," tegasnya
Kabar yang tak kalah menggembirakan bagi pecinta olahraga beladiri di Blitar adalah rencana agenda mendatang. Kejurprov IBCA MMA Sirkuit 3 memperebutkan Piala Gubernur direncanakan akan digelar di Blitar. Hal ini tentu menjadi suntikan motivasi bagi para atlet lokal untuk bertanding di hadapan publik sendiri.
"Menjadi tuan rumah turnamen bergengsi sekelas Piala Gubernur merupakan kehormatan sekaligus peluang besar untuk memasyarakatkan MMA di Kabupaten Blitar. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat diharapkan agar event tersebut berjalan sukses dan mampu melahirkan bibit-bibit juara baru," ucapnya.
Dengan semangat yang membara dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Kabupaten Blitar kini menatap masa depan MMA dengan optimis. Prestasi di Kejurprov ini barulah langkah awal dari perjalanan panjang menuju puncak prestasi olahraga nasional, membawa nama harum Blitar dari Jawa Timur hingga ke Makassar.
Berikut nama nama atlet Kabupaten blitar yang berhasil mendapatkan medali alfi adi setiawan dengan kategori MMA mendapatkan medali emas, guntari sukma rania awandini kategori Stand up Fighting mendapatkan medali Emas, M Elvano Al Farissy kategori Stand Up Fighting mendapatkan medali emas, M Elga Al Firas kategori Stand Up Fighting mendapatkan medali emas, M Azmi Aunur Rofiq kategorisë stand up fighting mendapatkan medali emas,Galang Rendra Sandrean kategori stand up fighting mendapatkan medali perak, Bintang Aiman Hakim kategori stand up fighting mendapatkan medali perak, Rizqy Bagus Kurniawan kategori stand up fighting mendapatkan medali perunggu. (*)
Editor : Tudji Martudji