Jangan Biarkan “VOC Baru” Tumbuh, Lindungi Pengusaha Lokal

infonews.id
Foto ilustrasi/Gemini

Oleh: Mahfudz
Putra Madura

BAYANG-BAYANG Vereenigde Oostindische Compagnie tak seharusnya muncul lagi dalam wajah ekonomi hari ini. Sejarah mencatat bagaimana kongsi dagang itu menguasai sumber daya, mengunci pasar, lalu meninggalkan rakyat dalam kesulitan.

Baca juga: Membawa Pulang 'Ruh' Syaichona Cholil, Ikhtiar 1.000 Santri Menjaga Keselamatan Bangsa

Kini, kekhawatiran serupa mulai terasa. Bukan dalam bentuk penjajahan fisik, melainkan praktik ekonomi yang menutup ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Di Madura dan berbagai daerah lain, pengusaha lokal bertahan dengan segala keterbatasan. Mereka merintis usaha dari bawah, membuka lapangan kerja di lingkungan sendiri, dan menjaga roda ekonomi tetap bergerak. Peran mereka nyata, terutama bagi masyarakat di lapisan bawah.

Namun tekanan datang dari arah yang tidak selalu kasatmata. Mekanisme pasar yang seharusnya terbuka justru terasa menyempit. Sejumlah pihak melangkah lebih cepat dengan akses yang tidak dimiliki pelaku usaha kecil, baik dalam permodalan, jaringan, maupun kedekatan dengan pengambil kebijakan.

Situasi menjadi timpang ketika aturan tidak berjalan setara. Pelaku usaha kecil dihadapkan pada prosedur ketat, sementara kelompok besar leluasa bergerak. Ketika hukum kehilangan keseimbangan, ruang kompetisi berubah menjadi arena yang tidak adil.

Baca juga: Hentikan Stigma! Ra Ibong Tegaskan Kasus Viral Surabaya Jangan Seret Nama Suku Madura

Kondisi tersebut mengingatkan pada pola lama: penguasaan pasar oleh segelintir pihak. Bedanya, kini hadir dalam bentuk yang lebih halus kartel, konsesi terbatas, atau kebijakan yang menguntungkan kelompok tertentu.

Pengusaha lokal tidak meminta perlakuan khusus. Mereka membutuhkan kesempatan yang sama: akses permodalan yang adil, regulasi yang jelas, dan kepastian hukum yang tidak berpihak.

Ekonomi yang sehat tumbuh dari persaingan yang setara. Tanpa itu, pelaku usaha kecil akan terus terdesak, bahkan berpotensi tersingkir dari pasar yang seharusnya menjadi ruang hidup mereka.

Baca juga: Viral di Media Sosial, Emak-Emak Madura Vs Ular Raksasa

Pengalaman masa lalu memberi pelajaran mahal. Ketika kekuatan ekonomi terkonsentrasi pada segelintir pihak, dampaknya bukan hanya pada pelaku usaha, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat luas.

Karena itu, menjaga ruang bagi pengusaha lokal bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan mendesak. Agar yang berkembang adalah kemandirian ekonomi, bukan pola lama yang pernah melukai bangsa.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru