SURABAYA. iNFONews.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memperketat pengawasan infrastruktur demi menjamin keselamatan jutaan pemudik pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Sepanjang 578 kilometer jalur rel dan 1.118 unit jembatan kini masuk dalam radar pantauan intensif tim prasarana untuk mencegah kendala operasional saat puncak arus mudik berlangsung.
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Semarakkan Imlek 2026 dengan Barongsai dan Jeruk Keberuntungan
Langkah mitigasi ini menjadi krusial mengingat volume perjalanan kereta api di wilayah Jawa Timur diprediksi melonjak tajam.
Tim Unit Jalan Rel dan Jembatan bergerak melakukan inspeksi mendalam, mulai dari pengecekan baut sambungan rel, kondisi bantalan, fungsi wesel, hingga sistem drainase agar tidak terjadi genangan air yang berisiko menggerus badan jalan rel.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa pemeriksaan menyasar seluruh aset fisik tanpa terkecuali.
Tim di lapangan menerapkan pola perawatan rutin dan preventif guna mendeteksi potensi kerusakan sekecil apa pun sebelum masa angkutan dimulai.
"Kami menyisir detail setiap komponen, mulai dari struktur utama jembatan hingga bagian terkecil di jalur rel. Tujuannya satu: memastikan semua aman dilalui kereta api saat beban perjalanan meningkat drastis nanti," kata Mahendro.
Selain perawatan reguler, Daop 8 Surabaya memetakan enam lokasi Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) yang rawan terhadap kondisi alam, terutama saat cuaca ekstrem. Dua titik berada di lintas utara dan empat titik di lintas selatan.
Di lokasi-lokasi ini, petugas bersiaga 24 jam dengan dukungan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) seperti batu balas, bantalan rel, hingga alat berat yang diparkir di lokasi strategis agar cepat dimobilisasi jika terjadi gangguan.
Baca juga: Lewat Mini Soccer, BRI Surabaya Perkuat Kolaborasi Strategis dengan KAI
Kekuatan personel juga ditambah signifikan. Sebanyak 1.013 petugas dikerahkan, yang mencakup 856 staf reguler dan 157 tenaga ekstra.
Para petugas tambahan ini disebar untuk menjaga perlintasan sebidang yang ramai kendaraan namun tidak terjaga, serta menambah frekuensi patroli jalan kaki di sepanjang rel.
"Seluruh tim, peralatan, dan material siaga penuh. Kami ingin masyarakat yang pulang kampung merasa tenang dan sampai di tujuan tepat waktu tanpa kendala teknis di perjalanan," tambah Mahendro.
Update Tiket dan Perjalanan
Hingga Rabu (4/3), antusiasme warga Surabaya dan sekitarnya untuk mudik mulai terlihat dari data penjualan tiket. Sebanyak 261.728 tiket atau sekitar 47 persen dari total kuota 561.528 tempat duduk sudah ludes terjual untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Baca juga: Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata
Puncak keberangkatan sementara tercatat pada 18 Maret 2026 dengan angka penjualan menembus 22.798 tiket.
Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, KAI Daop 8 mengoperasikan 59 perjalanan KA jarak jauh setiap harinya, termasuk 10 kereta tambahan dari Surabaya dan Malang.
Bagi pemburu tiket murah, KAI masih menyediakan sisa kuota sekitar 101.372 tiket kelas ekonomi komersial dengan diskon 30 persen untuk keberangkatan 14–29 Maret 2026.
Calon penumpang disarankan segera memesan melalui aplikasi resmi sebelum kuota subsidi ini habis diambil pemudik lain.
Editor : Alim Kusuma