Dosen UNAIR Berbagi Resep Penguatan Literasi Keuangan bagi UMKM Pasca-Bencana

Reporter : Alim Kusuma
Dosen FEB UNAIR Yanuar Nugroho edukasi pelaku usaha mikro di Aceh tentang SAK EMKM dan analisis titik impas guna mencegah kegagalan bisnis pasca-bencana. INPhoto/Humas Unair

ACEH, iNFONews.ID – Keberlangsungan usaha mikro di wilayah pasca bencana seperti Aceh sangat bergantung pada kedisiplinan mengelola arus kas. Tanpa sistem pencatatan yang rapi, para pelaku usaha kecil ini berisiko terjebak dalam krisis likuiditas hingga kegagalan bisnis permanen.

Menyikapi fenomena tersebut, pakar akuntansi sekaligus Dosen FEB Universitas Airlangga (UNAIR), Yanuar Nugroho, turun tangan memberikan penguatan literasi keuangan bagi masyarakat Aceh. 

Baca juga: Kampus di Surabaya Ini Sediakan Ragam Kegiatan dan Beasiswa untuk Mahasiswa

Ia menyebut pengelolaan keuangan adalah fondasi yang tidak bisa ditawar jika ingin usaha tetap tegak berdiri.

"Pengusaha mikro harus tahu secara pasti berapa pendapatan, beban, hingga laba bersih mereka. Semuanya wajib dikelola secara disiplin agar tidak terjadi kerugian yang tidak terdeteksi," ujar Yanuar dalam pemaparannya, Jumat (21/2/2026).

Yanuar mengidentifikasi sejumlah risiko fatal yang mengintai pelaku usaha jika mengabaikan manajemen keuangan. Dalam jangka pendek, mereka akan kesulitan mengambil keputusan bisnis karena data yang kabur, serta menghadapi tekanan dari pihak kreditur.

Jika dibiarkan, dampaknya akan menjalar ke jangka panjang. "Risikonya mulai dari kehilangan peluang investasi hingga ketidakmampuan menghadapi gejolak ekonomi. Saya ingin Bapak dan Ibu di sini cepat bangkit dan menghindari kondisi tersebut," tambahnya.

Baca juga: Sebulan di Aceh, Banser Jatim Atasi Krisis Air Bersih Pasca Banjir

Sebagai solusi praktis, Yanuar mengedukasi masyarakat mengenai penyusunan laporan laba rugi yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Selain itu, ia memperkenalkan konsep break-even point atau analisis titik impas.

Metode ini memungkinkan pedagang mengetahui jumlah minimal produk yang wajib terjual agar tidak merugi. Dengan memahami titik impas, mereka bisa menentukan strategi harga dan volume produksi yang jauh lebih akurat.

Yanuar juga membagikan lima tips jitu bagi para pengusaha mikro:

Baca juga: Sentil Kegagalan Kelola Alam, PMMBN Sebut Pembalakan Liar Ancaman Kedaulatan

1. Memisahkan uang pribadi dan modal usaha.
2. Menggaji diri sendiri agar pengeluaran tetap terukur.
3. Disiplin mencatat setiap transaksi sekecil apa pun.
4. Perencanaan utang yang matang.
5. Evaluasi target secara berkala.

Pendampingan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir pelaku usaha mikro di Aceh agar tidak sekadar mengejar omzet penjualan. 

Daya tahan usaha di tengah ketidakpastian pasca bencana hanya bisa diperkuat melalui perencanaan keuangan yang matang dan visi yang besar.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru