SURABAYA, iNFONews.ID - Pertamina Patra Niaga menambah pasokan lebih dari 800 juta tabung LPG 3 kilogram di Jawa Timur selama libur panjang Isra Miraj. Langkah ini diambil untuk meredam lonjakan konsumsi rumah tangga yang kerap terjadi saat masyarakat menikmati akhir pekan panjang.
Libur Isra Miraj pada Jumat (16/1/2026) beriringan dengan akhir pekan, menciptakan jeda aktivitas selama tiga hari. Pada periode seperti ini, konsumsi LPG, khususnya LPG subsidi cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas memasak di rumah dan usaha kecil.
Baca juga: Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Pertagas Siap Sokong Energi Bersih
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan pasokan energi di Jawa Timur berada dalam kondisi terkendali. Seluruh infrastruktur distribusi BBM dan LPG disiagakan untuk menjaga kelancaran penyaluran hingga ke tingkat pangkalan.
“Selama libur panjang, stok BBM dan LPG kami jaga tetap aman. Tim kami bersiaga di lapangan agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Ahad.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan LPG, Pertamina menerapkan penyaluran fakultatif, yakni tambahan pasokan di luar distribusi reguler. Skema ini diterapkan pada momen-momen khusus, termasuk libur panjang keagamaan.
“LPG menjadi produk yang paling banyak digunakan saat libur panjang. Kami menambah penyaluran agar tidak terjadi kekosongan di masyarakat,” kata Ahad. Ia juga menyebutkan pengecekan sarana dan fasilitas SPBU serta pengawasan mutu dan volume BBM dilakukan secara intensif.
Baca juga: Jangan Cemas Kehabisan BBM, Pertamina Siapkan 4 Layanan Utama di Jatim
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyiapkan 813.800 tabung LPG 3 kilogram, atau lebih dari 50 persen rata-rata penyaluran harian di Jawa Timur. Tambahan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan selama libur Isra Miraj.
Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak membeli LPG secara berlebihan. Pembelian yang melampaui kebutuhan dinilai berpotensi memicu keresahan di tingkat konsumen bawah.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Ahad.
Baca juga: Penyelesaian di Tingkat Kementerian, Budi: saya nggak bisa ngomentari dulu
Ia juga menegaskan kembali peruntukan LPG 3 kilogram sebagai barang subsidi bagi masyarakat kurang mampu. Warga yang masuk kategori mampu diimbau menggunakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas agar distribusi subsidi tepat sasaran.
Untuk kebutuhan informasi dan pengaduan, Pertamina membuka akses layanan melalui Contact Center 135, yang tetap beroperasi selama periode libur panjang.
Editor : Alim Kusuma