Cair! 2.857 Siswa Kediri Terima Beasiswa, Cak Hadi: Jangan Buat Tahun Baruan

Reporter : Eric Setyo Pambudi
Sebanyak 2.857 siswa di Kediri menerima bantuan biaya pendidikan 2025. Cak Hadi ingatkan dana dipakai untuk sekolah, bukan pesta tahun baru. INPhoto/Eric

KEDIRI, iNFONews.ID – Ribuan wajah sumringah memadati Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri pada Selasa (30/12/2025). Sebanyak 2.857 siswa SMA dan SMK swasta prasejahtera di Kediri Raya akhirnya bisa bernapas lega setelah bantuan biaya pendidikan tahun 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi cair.

Penyaluran bantuan yang lahir dari jalur aspirasi DPRD Provinsi Jawa Timur ini menjadi kado akhir tahun bagi keluarga yang selama ini terhimpit biaya sekolah. 

Baca juga: Golkar Jatim Wajibkan 40 Persen Pengurus Muda, Siap Hadapi 2026

Menariknya, di tengah suasana formal, Anggota DPRD Jatim M. Hadi Setiawan melontarkan pesan jenaka namun tegas agar uang tersebut tepat sasaran.

“Manfaatkan sebaik mungkin. Ingat, gunakan secara bermanfaat, jangan buat tahun baruan!” seloroh pria yang akrab disapa Cak Hadi itu, disambut tawa riuh para siswa.

Cak Hadi yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri menjelaskan, kehadiran program ini merupakan upaya konkret menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak di Jawa Timur. 

Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh memadamkan ambisi siswa untuk berprestasi.

“Kalau semangat belajarnya dijaga, insya Allah hasilnya juga baik. Hari ini kita bersama-sama menjaga harapan itu tetap ada,” imbuh Cak Hadi.

Baca juga: Sarmuji 'Turun Gunung' ke Kediri, Desak Normalisasi Sungai Cegah Petaka

Suntikan motivasi juga datang dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji. Ia meminta para pelajar tidak minder meski berasal dari keluarga prasejahtera. Sarmuji meyakini, dari ribuan anak yang hadir, bakal lahir pemimpin masa depan.

“Tidak menutup kemungkinan adik-adik di sini nantinya ada yang jadi Bupati, bahkan Menteri,” kata Sarmuji memompa semangat peserta.

Dampak Nyata bagi Siswa Bagi siswa seperti Fahrezza Rivan Ronistyan, bantuan ini adalah jawaban atas kecemasan orang tuanya. Siswa yang akrab disapa Reza ini mengaku beban biaya praktik yang selama ini menghantui keluarganya kini teratasi.

“Sangat membantu. Rencananya mau dipakai untuk biaya praktik dan kunjungan industri. Selama ini biaya itu harus ditanggung penuh orang tua, sekarang sudah lebih ringan,” tutur Reza.

Baca juga: Golkar Kediri 'Ketuk Pintu Langit', Cari Berkah Rajab demi Pemilu 2029

Setali tiga uang, Dicky Nugroho Saputro, guru SMK Canda Bhirawa Pare, menyebut bantuan ini sangat krusial bagi keberlangsungan studi anak didiknya. Di sekolahnya saja, terdapat 89 siswa kelas XI dan XII yang menerima manfaat.

“Uang ini akan dikhususkan untuk pembayaran SPP dan biaya praktikum. Ini sangat membantu menjaga angka partisipasi sekolah tetap tinggi,” jelas Dicky.

Guna menjaga akuntabilitas, seluruh dana disalurkan langsung melalui rekening Bank Jatim masing-masing penerima tanpa perantara. Skema ini memastikan setiap rupiah sampai ke tangan siswa yang berhak, mencakup siswa SMA, SMK, hingga 37 pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB).

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru