KEDIRI, iNFONews.ID – DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri memilih cara yang tak biasa untuk memanaskan mesin organisasinya.
Alih-alih hanya membahas strategi di meja rapat, mereka justru merapatkan barisan melalui pendekatan spiritual "Ketuk Pintu Langit" di Kantor DPD Golkar Kabupaten Kediri, Sabtu (20/12/2025) malam.
Memanfaatkan momentum istimewa malam bulan Rajab, para kader berkumpul untuk menggelar istigasah dan doa bersama.
Bagi partai berlogo pohon beringin ini, menjaga soliditas internal tidak cukup hanya dengan kekuatan fisik, melainkan butuh sandaran batin agar setiap langkah pengabdian kepada masyarakat tetap berada di jalur yang benar.
Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri, M. Hadi Setiawan atau yang akrab disapa Cak Hadi, memimpin langsung agenda ini. Suasana khidmat menyelimuti kantor partai saat zikir dan doa mulai berkumandang, dipandu oleh Gus Ubaid.
Cak Hadi berpandangan bahwa kerja-kerja politik seringkali menguras energi dan emosi para kader. Oleh karena itu, jeda spiritual seperti ini menjadi penting sebagai sarana refleksi agar organisasi tidak kehilangan arah di tengah dinamisnya isu politik daerah.
"Ikhtiar politik harus berjalan seiring dengan ikhtiar batin. Kami ingin setiap langkah yang diambil organisasi senantiasa mendapat petunjuk dan keberkahan dari Allah SWT," kata Cak Hadi di sela-sela acara.
Bagi masyarakat Kediri, aksi ini menunjukkan sisi humanis partai yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai religius lokal.
Politik tidak lagi sekadar soal perebutan kursi, tapi tentang bagaimana para pelakunya menata niat sebelum terjun melayani warga.
Dalam tausiah yang disampaikan malam itu, pesan mengenai kekompakan menjadi sorotan utama. Menyongsong Pemilu 2029, kekuatan kolektif dianggap sebagai kunci yang tak bisa ditawar jika ingin meraih keberhasilan maksimal.
Strategi ini bahkan dipresentasikan secara matematis namun tetap rendah hati. "Jika kebersamaan dan kekompakan ini terjaga, secara ikhtiar kita optimistis bisa berhasil 99 persen. Namun tetap ada satu persen penentu yang sepenuhnya bergantung pada rida Allah SWT," bunyi pesan dalam tausiah tersebut.
Pemilihan waktu di bulan Rajab pun bukan tanpa alasan. Para kader meyakini waktu ini adalah masa yang mustajab agar doa-doa untuk kemajuan daerah dikabulkan.
Melihat antusiasme pengurus, muncul wacana kuat untuk menjadikan istigasah ini sebagai agenda rutin, baik sebulan sekali maupun tiga bulanan.
Langkah ini diharapkan mampu menyuntikkan energi positif secara terus-menerus bagi para kader yang bertugas di lapangan.
Golkar Kediri seolah ingin membuktikan bahwa kekuatan doa bisa menjadi pengikat emosional yang lebih kuat dibandingkan sekadar instruksi struktural.
Dengan pondasi spiritual yang kokoh, mereka optimistis mampu menjalankan kerja organisasi dengan lebih jernih dan tulus.
Melalui gerakan "Ketuk Pintu Langit" ini, Golkar berharap masyarakat melihat sebuah komitmen politik yang lebih tenang, terukur, dan penuh keberkahan di masa depan.
Editor : Alim Kusuma