SURABAYA, iNFONews.ID - Siapa sangka, di balik layar ponsel yang sederhana, pemuda asal Surabaya mampu memutar roda ekonomi hingga menghasilkan puluhan juta rupiah.
Isnan Effendi membuktikan bahwa jualan di TikTok Live bukan sekadar tren sesaat, melainkan pelampung penyelamat di tengah sulitnya mencari lapangan kerja konvensional.
Baca juga: LPS Gandeng Rumah Literasi, Bekali UMKM Surabaya Pengelolaan Keuangan dan Strategi Digital
Dua tahun konsisten berselancar di dunia digital, Isnan berhasil membangun kepercayaan pelanggan setapak demi setapak.
Puncaknya, ia pernah mencatatkan omzet penjualan online mencapai Rp48 juta hanya dalam waktu satu bulan, sebuah angka yang fantastis untuk pemuda seusianya.
Namun, perjalanan Isnan tidak selalu mulus dan penuh mawar. Di balik layar monitor, ia pernah mengalami guncangan mental hebat saat menerima ancaman pembunuhan dari oknum tak dikenal.
Bukannya mundur, teror tersebut justru menjadi bahan bakar bagi Isnan untuk membuktikan kegigihannya sebagai tulang punggung keluarga.
Isnan mengawali bisnisnya dengan sangat sederhana, yakni hanya bermodalkan satu unit smartphone, koneksi internet, dan pajangan produk seadanya.
Ia tidak menunggu peralatan mahal untuk memulai; baginya, memulai adalah kunci utama dalam bisnis anak muda zaman sekarang.
"Prinsip saya yang penting pelanggan puas. Kejujuran dan pelayanan itu nomor satu dalam setiap transaksi," ungkap Isnan saat mengenang masa-masa awalnya merintis siaran langsung.
Seiring bertambahnya keuntungan, Isnan tidak lantas berfoya-foya. Ia memilih melakukan inovasi pada studio "minimalis"-nya dengan membeli tripod profesional dan alat pemutar barang otomatis.
Baca juga: LPS II Surabaya Gandeng RLD Gelar Pelatihan Digital UMKM Akhir Januari
Inovasi kecil itu terbukti ampuh meningkatkan kualitas visual saat ia melakukan siaran langsung, yang berdampak pada meningkatnya minat pembeli.
Fenomena Isnan menjadi sinyal kuat bahwa platform digital masih menjadi ladang emas bagi pelaku usaha kecil yang berani beradaptasi.
Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, seller TikTok Surabaya ini menjadi bukti bahwa konsistensi mengalahkan keterbatasan modal fisik.
Keberhasilan Isnan dalam menaklukkan algoritma digital berakar pada konsistensinya melakukan siaran langsung secara rutin selama dua tahun terakhir tanpa putus.
Tak hanya sekadar rajin tampil di depan layar, ia juga sangat jeli melakukan inovasi dengan menyisihkan keuntungan pertamanya untuk meningkatkan kualitas teknis, seperti memperbarui perangkat tripod hingga sistem pencahayaan (lighting).
Baca juga: Pakar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Gus Yaqut Janggal: Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
Semua upaya tersebut dibalut dengan prinsip customer oriented yang kuat, di mana Isnan selalu menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama melalui gaya komunikasi yang jujur dan apa adanya.
Ke depan, Isnan optimistis bahwa potensi tips Live TikTok dan fitur belanja daring akan terus berkembang pesat.
Pengalamannya mengajarkan satu hal penting: di era digital, keberanian untuk mencoba lebih berharga daripada sekadar menunggu peluang kerja yang tak kunjung datang.
Artikel ini ditulis oleh Hamam.
Kader GMNI Surabaya Raya, peserta pelatihan jurnalistik Rumah Literasi Digital (RLD).
Editor : Alim Kusuma