Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo: Wes Gak Wayahe Korupsi, Wayahe Golek Sangu Mati" 

infonews.id
Ketua Koordinator Wilayah MAKI Jatim, Heru Satriyo (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID - Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Internasional atau Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap tahun. Di Jawa Timur (Jatim), momentum itu menjadi perhatian serius Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur. 

 

Baca juga: Jawa Timur 2025: Tinta Hitam di Etalase Besar Penindakan Korupsi, Dari Bupati Hingga Dana Hibah

Ketua Koordinator Wilayah MAKI Jatim, Heru Satriyo menegaskan peringatan Hakordia tahun 2025 ini harus dijadikan momentum berhenti korupsi untuk menjaga kedaulatan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat di NKRI. 

 

"Wes gak wayahe Korupsi, wayahe golek sangu Mati (Sudah tidak waktunya Korupsi, Waktunya mancari bekal untuk mati)," itu yang kita suarakan dengan lantang di Jawa Timur ini," kata Heru Satriyo, Kamis 4/12/2025.

 

Heru menjelaskan, gerbong MAKI Jatim akan serius menyuarakan "Wes Gak Wayahe Korupsi, Wayahe Golek Sangu Mati" ini dengan menurunkan seribu orang massa, dengan mengendarai trailer di Kota Surabaya.

 

"Kita kemas 'Aksi Demo Akbar dengan mengangkat konsep “on trailer 40 feet with entertainment public” taglinenya tadi “WES GAK WAYAHE KORUPSI, WAYAHE GOLEK SANGU MATI” digelar Rabu tanggal 10 Desember 2025. Sampeyan tulis seng gedhe Mas, cek melek pejabat di Jawa Timur," tegasnya.

 

Heru menjelaskan, 'Aksi Demo Akbar' dengan truk trailer 40 feet dilengkapi peralatan sound system 10 ribu watt, genset dan peralatan band diatasnya, sekaligus menjadi mobil komando itu disebut sebagai ruang orasi akbar mengingatkan tentang bahaya korupsi, khususnya di Jatim.  

 

"Kita menjadikan truk trailer tersebut menjadi Mobil Komando Utama pada kegiatan Aksi Demo Akbar itu, disitu kita teriakan Bahaya Korupsi, koruptor di Jatim harus stop perbuatan itu," kata dia.

 

Heru menyebut, sesuai data jumlah peserta atau massa yang akan hadir per tanggal 4 Desember 2025 sudah tembus 700 orang lebih dan diyakini akan terus bertambah.

 

Baca juga: Jatim Juara Umum FLS3N 2025, Gubernur Khofifah: Pelajar Jatim Kreatif Inovatif dan Tangguh

Ia menambahkan, aksi demo itu akan dikomandani langsung oleh Heru Satriyo, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur,  serta telah ditunjuk 45 koordinator lapangan penggerak massa dibawah koorlap utama. Jumlah massa peserta aksi demo yang akan ikut turun ke jalan diperkirakan mencapai 1000 orang lebih, mereka selain dari pengurus dan anggota, juga dari simpatisan MAKI se Jatim.

 

“Sudah saatnya MAKI Jatim secara kelembagaan mengaktualisasi pergerakan semangat pemberantasan korupsi, melalui aksi turun ke jalan dan hadir bersama masyarakat Jawa Timur. Ini menjadi catatan penting bahwa perilaku koruptif sudah mulai meningkat dengan cara-cara terbaru terutama dalam pengkondisian pemenang via E Catalogue dan mini kompetisi sesuai Perpres Nomer 46 tahun 2025, bahaya ini korupsi wajah baru,” ungkap Heru MAKI.

 

Heru menambahkan, ketika LKPP merilis versi 6 untuk system pengadaan E Catalogue dan mini kompetisinya, ternyata versi 6 tersebut menjadi benteng dan pelindung berbagai praktek korupsi berbasis suap dan gratifikasi serta potensi cash back, didalamnya.

 

Heru menceritakan, bahwa Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim sudah sering mengidentifikasi berbagai paket pengadaan yang sifatnya korup. Parahnya, perilaku koruptif itu tersistematik dan tersusun dengan rapi yang berlindung di system E Catalogue.

 

Baca juga: Kejari Tanjung Perak Sita Uang 70 Miliar, Dugaan Penyelewengan Biaya Pengerukan APBS

Saat aksinya nanti, Heru berjanji akan membuka kotak paradok misteri atau 'borok' dan bobroknya perilaku korupsi yang terjadi di Jatim, termasuk di lingkup pendidikan di Jawa Timur.

 

"Perilaku koruptif di dunia pendidikan Jawa Timur sangat memprihatinkan dan membutuhkan atensi serta perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, para orang tua siswa yang mempercayakan pendidikan sekolah SMA/SMK - nya kepada Dindik Jatim," ujarnya.

 

Bukan hanya Dinas Pendidikan Jatim, MAKI Jatim juga akan membuka perilaku koruptif di beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dipastikan akan menjadi sasaran target dalam aksi demo akbar MAKI Jatim.

 

"Mohon dukungannya Mas, dan seluruh masyarakat di Jatim, kita harus mengawasi perilaku koruptif dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Saya juga memohon maaf yang sebesar besarnya bagi pengguna jalan di wilayah Surabaya yang pastinya akan terganggu lalu lintasnya akibat aksi demo akbar MAKI Jatim, pada tanggal 10 Desember 2025. (*)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru