INFONews.id | Bantul - Sempat terancam gagal panen akibat pasokan air irigasi macet akibat perbaikan dam Kamijoro, kini petani bawang merah di Desa Tirtohargo bisa tersenyum pasalnya petani sudah melakukan panen rayang bawang merah dan hasilnya perhektar mencapai 15 hingga 20 ton dengan harga jual perkilogramnya mencapai Rp 18.000 ribu hingga Rp 20.000
Wakil Ketua Gapoktan Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Subowo mengatakan keresahan warga karena pasokan air untuk irigasi yang macet akibat perbaikan dam Kamijoro bisa ditanggulangi dengan pasokan air saluran primer yang harus bergiliran dengan petani yang lain.
"Kita mendapatkan giliran lima hari sekali dengan lama aliran irigasi mencapai tujuh jam namun berkat perjuangan dari Pak Bupati dan Pak Gandung Pardiman akhirnya mendapatkan giliran seminggu tiga kali dan cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi bawang merah," katanya disela-sela acara Panen Raya Bawang Merah bersama anggota DPR RI Gandung Pardiman dan Bupati Bantul, Suharsono di Gapoktan Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (19/9/2020).
Menurutnya dengan harga jual Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu perkilogram petani sudah mendapatkan untuk karena untuk biaya mengolah tanah hingga panen bawang dalam satu hektar membutuhkan biaya Rp 75 juta.
"Bahkan ada pedagang dari luar Bantul berani membeli harga jauh yang lebih tinggi dibandingkan pedagang bawang merah lokal," ujarnya.
Lebih jauh Subowo mengatakan kendala selain air akibat perbaikan dam Kamijoro, petani juga menghadapi kesulitan pupuk ketika akan masa tanam dan harus mencari ke luar kecamatan dan tidak mudah.
"Ya semoga kesulitan itu bisa dijembatani oleh Pak Bupati atau Pak Gandung," pintanya.
Sementara Bupati Bantul, Suharsono mengatakan berbagai permasalahan yang dihadapi agar disampaikan kepada dirinya karena tanpa ada yang memberi informasi dipastikan kesulitan akan terus terjadi.
"Seperti masalah petani cabai di Desa Sanden yang mengalami kesulitan aliran listrik untuk memompa air untuk irigasi sudah saya untuk membuat proposal dan nanti saya yang akan urus sendiri ke PLN," katanya.
Demikian pula bagi petani bawang merah di Desa Tirtohargo yang mengalami kesulitan irigasi akibat dam Kamijoro dilakukan perbaikan juga telah diberikan solusi hingga masa panen raya kebutuhan irigasi masih cukup.
"Jadi segala permasalahan petani, sampaikan pada saya pasti akan saya bantu," terangnya.
Sementara anggota DPR RI Gandung Pardiman mengatakan hasil panen bawang merah cukup baik namun demikian bisa lagi ditingkatkan dengan menggandeng LIPI agar nantinya hasil panen biji bawang merah lebih besar dan tentunya hasilnya lebih banyak.
"Nanti kita akan bekerjasama dengan LIPI untuk bagaimana mendapatkan bibit yang bisa menghasilkan panen lebih banyak dan buah bawang merah yang lebih besar," katanya.
Lebih jauh Gandung mengatakan permasalahan yang dihadapi petani saat masa tanam adalah langkanya pupuk jenis ponska yang langka padahal sangat vital bagi petani. Oleh karena Partai Golkar Bantul dan DIY melalui anggotanya yang duduk sebagai wakil rakyat untuk membentuk tim investigasi karena sangat mungkin, langkanya pupuk pasti ada permainan.
"Ini pasti ada mafia pupuknya, kita akan bongkar. Jangan sampai petani dirugikan oleh ulah mafia pupuk," katanya. (dar)
Editor : Redaksi