Jumat, 30 Jan 2026 21:19 WIB

GP Ansor Bondowoso Pilih Nahkoda Baru. Fathorrozi Pimpin Upaya Pemulihan Pasca Skandal Hibah

Fathorrozi terpilih sebagai Ketua GP Ansor Bondowoso. INPhoto/Eric
Fathorrozi terpilih sebagai Ketua GP Ansor Bondowoso. INPhoto/Eric

BONDOWOSO, iNFONews.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso kini punya pemimpin baru. Fathorrozi (32) resmi menjabat sebagai Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan ketua sebelumnya yang tersandung kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Pemprov Jatim senilai Rp 1,2 miliar. 

Penunjukan ini diharapkan menjadi awal baru bagi organisasi untuk memulihkan kepercayaan publik dan kembali fokus pada pengabdian kepada masyarakat.

Keputusan ini diambil dalam rapat pleno yang digelar di Graha NU Bondowoso, Rabu (28/1). Fathorrozi berhasil meraih dukungan mayoritas dari pengurus harian, dengan perolehan 20 suara dari total 24 suara sah. 

Kemenangan ini menandai babak baru bagi GP Ansor Bondowoso, yang sempat terguncang akibat kasus hukum yang menjerat ketua sebelumnya.

Wakil Ketua II PC GP Ansor Bondowoso, Syaiful Bahri Husnan, menegaskan bahwa tugas utama Fathorrozi adalah memulihkan marwah organisasi yang tercoreng akibat kasus korupsi. 

"Tanggung jawab besar kini berada di pundak Fathorrozi. Tugas utamanya adalah memulihkan marwah organisasi yang tercoreng akibat kasus hukum tersebut," tegasnya.

Fathorrozi sendiri mengakui bahwa kondisi internal Ansor Bondowoso sempat terguncang hebat pasca penetapan tersangka ketua lama. Ia bahkan menyebut struktur organisasi nyaris berantakan. 

"Kami akan segera turun ke tingkat PAC untuk menjelaskan situasi ini dan memperbaiki nama baik Ansor. Kami juga akan menggencarkan sosialisasi agar kader tidak melakukan tindakan yang berlawanan dengan hukum," ujar Oji, sapaan akrabnya.

Terkait proses hukum yang tengah bergulir, Fathorrozi menegaskan bahwa organisasinya sangat menghormati prosedur yang ada. 

GP Ansor Bondowoso membuka peluang pendampingan hukum bagi kader atau pengurus yang dipanggil penyidik, namun dengan catatan tertentu. 

Ketua LBH Ansor, Jayadi, secara tegas mengecam tindakan korupsi yang merusak reputasi organisasi. Namun, LBH tetap akan memberikan perhatian bagi pengurus di tingkat bawah yang mungkin membutuhkan bantuan hukum.

Dukungan untuk konsolidasi ini juga datang dari tingkat wilayah. Wakil Ketua Korwil Tapal Kuda PW GP Ansor Jatim, Muzammil, memastikan pihaknya akan mengawal langkah strategis PC GP Ansor Bondowoso dalam satu tahun sisa masa jabatan ini. 

"Kami mendukung sepenuhnya penyusunan langkah strategis penataan organisasi, serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan," pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru dan dukungan dari berbagai pihak, GP Ansor Bondowoso diharapkan dapat segera bangkit dan kembali menjadi organisasi yang solid, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Editor : Alim Kusuma