Catatan Lia Istifhama di Bulan Suci Ramadhan

Reporter : Tuji Martuji
Ning Lia dan Kisah Teladan (Foto: ist)

INFONews.id | Surabaya - Sosok ini tak pernah sepi ide dan kreatifitas, dia adalah Lia Istifhama atau akrab dengan sapaan Ning Lia. Di bulan suci Ramadhan perempuan asli Surabaya ini menebarkan keilmuan yang dipahami untuk sesama, yakni memupuk keimanan dan berbagi wawasan keagamaan.

Ning Lia mengurai banyak hal, misalnya seperti yang disampaikan ini, yakni tentang kebaikan seorang wanita yang tergambar di sebuah hadits Shahih Bukhari nomor 3626.

Baca juga: Gubernur Khofifah Bersama Ratusan Warga Bulak Banteng Surabaya Meriahkan Pasar Pangan Murah

"Rasulullah SAW, bersabda, bahwa sebaik-baik wanita (di masanya) ialah Maryam dan sebaik-baik wanita (di masanya) adalah Khadijah," ucap Ning Lia. 

Dan, Sayyida Khadijah adalah istri yang setia mendampingi Rasulullah sesaat setelah beliau menerima wahyu untuk kali pertama. Dan, wafat pada 11 Ramadlan (sebelum Hijriyah, tepatnya tahun ke 10 setelah kenabian). 

Masih kata Ning Lia, wanita mulia yang meninggal berikutnya adalah Fatimah, puteri Sayyidah Khadijah bersama Rasulullah SAW, yakni pada 3 Ramadhan 11 H.

"Keutamaan Sayyidah Fatimah dijelaskan dalam kitab shahih Bukhari: Dari Miswar bin Makhramah RA, Sesungguhnya Rasulullah bersabda, Fatimah adalah segumpal dagingku, maka barang siapa menjadikannya marah, maka dia menjadikan aku marah, itu termaktub didalam Hadits nomor 3578," lanjut Ning Lia mengutip isi hadits tersebut. 

Dalam perjalanan hidupnya, disebutkan dalam kisah itu, pada bulan Ramadhan juga, yaitu tepatnya pada 16 Ramadhan 58 H, sang Ummul Mukminin atau ibunya kaum Mukmin Sayyidah Aisyah wafat. 

Istri Rasulullah yang telah merawikan 2210 hadits dan dikenal sebagai rujukan para sahabat dalam menanyakan perihal fiqih, menutup mata atau setelah melaksanakan Shalat Witir di kota suci Madinah.

Baca juga: Isi Tausiyah di DPD PDIP Jatim, Bupati Ony Beber 3 Esensi Bulan Ramadhan

Kemudian, di hadits nomor 3579 di kitab Shahih Bukhari juga dijelaskan, bahwa dari 'Aisyah RA, mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda:

"Wahai 'Aisyah, inilah Jibril menyampaikan salam kepadamu". Aku menjawab: "Wa'alihis Salam Warahmatullahi Wabarakatuh, engkau dapat melihat sesuatu yang aku tidak dapat melihatnya".

"Itulah sepenggal percakapan 'Aisyah dengan Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam kisah itu. Mohon maaf, ini ilmu penting yang harus kita pahami yang merupakan kisah teladan di bulan suci Ramadhan," urai Ning Lia, ibu dari dua putra itu.

Sedangkan dari Anas bin Malik RA, Ning Lia kembali menyampaikan bahwa juga dikisahkan fungsi dan keberadaan wanita. "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan 'Aisyah atas beberapa wanita adalah seperti keutamaan kuah roti atas makanan yang lain,"

Baca juga: Puncak Ramadan 1445 H, Pegadaian Gelar Festival Ramadan 2024 di Sunrise Mall Kota Mojokerto

Itulah kisah Rasulullah SAW dengan Sayyidah Aisyah yang menjadi teladan indah kisah cinta sesama manusia. Di dalam hadits nomor 3706 kitab Shahih Bukhari, dijelaskan "Dari 'Aisyah RA, sesungguhnya Nabi SAW bersabda kepadanya "Aku melihat dirimu dalam mimpi dua kali, yaitu aku melihat (rupa)-mu di sehelai sutera, dan seseorang berkata: "Inilah istrimu, maka bukalah (wajah)-nya". Ternyata dia adalah dirimu, maka aku berkata: "Jika ini adalah (pemberian) dari sisi Allah, maka Dia akan melaksanakannya".

"Dalam kisah itu, Rasulullah SAW menikahi Aisyah setelah Khadijah wafat, yaitu sekitar 5 tahun (tiga tahun sebelum kepergian Rasulullah ke Madinah dan dua tahun setelah Rasulullah tinggal di Madinah. Itu, seperti yang tertuang dari hadits nomor 3707 Shahih Bukhari," ucap Lia.

"Jadi, itulah kisah dan teladan yang harus kita pahami sebagai umat Islam. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amalan-amalan baik selalu bisa kita kerjakan di bulan penuh maghfira ini. Sampai bertemu lagi di kisah-kisah teladan Rasulullah selanjutnya," pungkas Ning Lia. (tji)

Editor : Redaksi

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru