MALANG, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Jumat (30/10/2026). Koridor baru ini menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kota Malang dan diluncurkan di halaman Kantor Bupati Malang.
Peresmian dihadiri Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Prosesi ditandai dengan penekanan tombol sirene, pemecahan kendi, lalu pemberangkatan armada.
Baca juga: Gubernur Khofifah Apresiasi RSUD Dr. Soetomo Raih Akreditasi JCI Tiga Kali Berturut-turut
“Dengan memohon ridho dan berkah Allah SWT, marilah kita bersama-sama melepas pemberangkatan Trans Jatim Malang. Semoga aman, manfaat, dan barokah,” ujar Khofifah.
Koridor II melayani rute sepanjang 36 kilometer dari Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, menuju Gondanglegi, Bululawang, Terminal Tipe B Hamid Rusdi, hingga Terminal Madyopuro, Kota Malang. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Sebanyak 15 armada bus disiapkan dengan 56 titik pemberhentian berupa shelter dan rambu bus stop. Koridor ini melengkapi Koridor I Malang Raya yang beroperasi sejak November 2025 dengan rute Terminal Hamid Rusdi–Terminal Landungsari–Terminal Batu.
Kedua koridor terintegrasi. Penumpang dapat berpindah antar koridor tanpa biaya tambahan asalkan dilakukan dalam waktu kurang dari dua jam.
Tarif reguler Trans Jatim Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi mahasiswa, pelajar, serta santri. Khusus Koridor II, masyarakat menikmati layanan gratis selama sepekan, mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026, sebagai bagian dari sosialisasi.
Ghofifah menetapkan kebijakan tarif gratis seumur hidup bagi penyandang disabilitas di seluruh koridor Trans Jatim, baik di kawasan Gerbangkertosusila maupun Malang Raya. Kebijakan ini berlaku mulai 30 Oktober 2026.
“Insyaallah selamanya gratis. Saya berharap siapa pun gubernur Jawa Timur berikutnya tetap melanjutkan kebijakan ini,” tegasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Manfaatkan Job Fair Inklusif 2026
Bus Koridor II dilengkapi CCTV, running text, videotron, serta sistem pemantauan armada secara langsung dari ruang monitoring Dinas Perhubungan Jawa Timur. Di Simpang Tiga Dinoyo diterapkan Traffic Priority System berbasis Intelligent Transportation System (ITS) agar bus mendapat prioritas lalu lintas.
Pembayaran nontunai tersedia melalui QRIS Bank Jatim, bank Himbara, dan OVO. Informasi layanan dapat diakses lewat aplikasi Trans Jatim Ajaib yang sudah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna.
Layanan pengiriman barang Trans Jatim Ekspedisi (TRADISI) juga dikembangkan dengan metode pool to point, bekerja sama dengan SAP dan JNE. Paket dilindungi asuransi Jasaraharja Putera dan dapat dipantau melalui aplikasi.
Pemprov Jatim juga menghadirkan enam unit bus antarkota dalam provinsi (AKDP) untuk wilayah Malang Selatan dengan rute Terminal Arjosari–Hamid Rusdi–Kepanjen–Ngliyep–Balekambang–Sendang Biru.
Berdasarkan kajian, Trans Jatim berpotensi menghemat biaya masyarakat hingga Rp117,6 miliar per tahun, meningkatkan ekonomi Rp1,2 miliar, serta memberikan manfaat keselamatan dan lingkungan sebesar Rp14 miliar. Penghematan biaya transportasi per keluarga diperkirakan mencapai 76 persen jika beralih dari kendaraan pribadi.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-166 di Pacitan, Perluas Akses Bahan Pokok Harga Terjangkau
Jumlah penumpang Trans Jatim meningkat dari 5,9 juta orang pada 2025 menjadi 7,6 juta orang pada 2026. Saat ini total armada mencapai 166 unit, terdiri 152 bus reguler dan 14 bus luxury.
“Dengan semakin terintegrasinya layanan transportasi publik, kita berharap masyarakat semakin mudah mengakses berbagai pusat aktivitas. Penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang sehingga kemacetan dan risiko kecelakaan juga dapat ditekan,” kata Khofifah.
Bupati Malang Sanusi mengapresiasi kehadiran koridor baru ini. “Lintasannya melewati banyak fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kawasan pendidikan. Tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar,” ujarnya.
Gubernur Khofifah berharap Trans Jatim Koridor II membawa manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Malang Raya sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di Jawa Timur. (*)
Editor : Tudji Martudji