Kamis, 29 Okt 2026 23:55 WIB

FJN Anugerahkan Tokoh Muda Inspiratif 2026 kepada Gus Heri

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua FJN bersama jajaran pengurus harian di kediaman Gus Heri, Kamis (29/10/2026). INPhoto/FJN
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua FJN bersama jajaran pengurus harian di kediaman Gus Heri, Kamis (29/10/2026). INPhoto/FJN

SIDOARJO, iNFONews.ID - Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) menganugerahkan penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 kepada Heri Cahyo Bagus Setiawan atau Gus Heri, atas kontribusinya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi santri. 

Penghargaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran pers dalam mengangkat potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Nahdlatul Ulama (NU).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua FJN bersama jajaran pengurus harian di kediaman Gus Heri, Kamis (29/10/2026).

Ketua Umum Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) adalah Muhamad Didi Rosadi mengatakan, pemberian penghargaan kepada tokoh muda Nahdliyin merupakan agenda tahunan organisasi dalam rangka memperingati Hari Santri. 

Tahun ini, FJN memberikan apresiasi kepada 22 tokoh muda yang dinilai memiliki kontribusi di bidang sosial dan kemasyarakatan.

“Pada tahun ini FJN memberikan penghargaan kepada 22 tokoh muda Nahdliyin yang mempunyai kontribusi besar bagi sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui proses penilaian internal yang independen dan objektif. Apresiasi tersebut merupakan bentuk dukungan FJN terhadap kiprah warga NU, baik dalam kapasitas kelembagaan maupun individu.

“Apresiasi ini murni dari teman-teman FJN kepada figur muda Nahdliyin. Hal ini sejalan dengan misi FJN yang memberi support kepada NU secara lembaga maupun individunya,” tegas Diday.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Heri menyampaikan terima kasih kepada jajaran FJN. Meski merasa terharu, ia menilai penghargaan itu masih terlalu besar jika dibandingkan dengan kontribusi yang telah diberikan.

“Bagi saya ini belum pantas. Saya ini kelas ecek-ecek, masih kelas teri. Masih banyak yang lebih dari saya,” kata Gus Heri.

Di balik kerendahan hatinya, ia mengaku pertemuan dengan para jurnalis Nahdliyin memberikan semangat baru untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Menurut Gus Heri, pengabdian kepada Nahdlatul Ulama tidak hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan formal atau kegiatan keagamaan. Penguatan ekonomi juga menjadi jalur strategis untuk mendorong kemandirian warga, khususnya kalangan santri.

Ia memandang pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan sebagai salah satu cara memperluas manfaat bagi komunitas Nahdliyin. Potensi bisnis yang tumbuh di kalangan santri dan warga NU perlu terus dikembangkan agar mampu menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas.

Gus Heri pun mengapresiasi konsistensi FJN dalam memberi ruang bagi tokoh-tokoh muda inspiratif yang tumbuh dari lingkungan kultural NU. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkenalkan kontribusi generasi muda Nahdliyin kepada masyarakat.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, Gus Heri menyoroti hubungan historis antara kebangkitan NU dan perkembangan dunia pers. 

Ia menilai media serta insan jurnalistik memiliki peran penting dalam menyebarluaskan gagasan, memperkuat gerakan masyarakat, dan memperkenalkan berbagai potensi yang belum banyak diketahui publik.

“Sejarah mencatat bahwa kebangkitan NU tidak lepas dari peran pers, media, dan dunia jurnalistik,” ungkapnya.

Ia berharap FJN dapat terus mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi warga Nahdliyin melalui pemberitaan yang memberi ruang bagi pelaku usaha lokal. 

Menurutnya, banyak UMKM milik warga NU yang memiliki potensi berkembang, tetapi belum memperoleh eksposur dan akses jejaring yang memadai.

Karena itu, publikasi media diharapkan tidak berhenti pada pengenalan profil pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan mempertemukan UMKM dengan mitra potensial.

“Saya berharap dengan adanya FJN, kegiatan ekonomi mikro, kecil, dan menengah milik warga Nahdliyin yang selama ini belum terekspos dapat diangkat ke permukaan serta disinergikan secara luas,” pungkasnya.

Melalui penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026, FJN tidak hanya memberikan apresiasi kepada individu yang berkontribusi bagi masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara pers, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.

 

Editor : Alim Kusuma