SURABAYA, iNFONews.ID - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, meraih penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 dari Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kiprah dan kepemimpinan Ghofirin sekaligus momentum untuk memperluas manfaat pengelolaan zakat bagi masyarakat.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, bertepatan dengan kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI pada Selasa (27/10/2026).
Sejumlah pimpinan BAZNAS kabupaten dan kota se-Jawa Timur turut menyaksikan penyerahan apresiasi tersebut.
Ghofirin menjadi salah satu dari 22 tokoh muda Nahdliyin yang menerima penghargaan tahunan FJN. Memasuki penyelenggaraan ketujuh, apresiasi tersebut diberikan kepada generasi muda Nahdlatul Ulama dari berbagai latar belakang profesi dan bidang pengabdian.
Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, mengatakan para penerima penghargaan merupakan representasi generasi muda NU yang memiliki kiprah dan kepemimpinan di bidang masing-masing.
“Semuanya dari kalangan NU dan masuk kategori pemuda. Mereka ini adalah wajah NU di abad ke-2,” ujar Didi.
Ia menilai Ghofirin layak menerima penghargaan berkat langkah-langkah yang dilakukan sejak dipercaya memimpin BAZNAS Jawa Timur. Salah satu yang disorot ialah peluncuran aplikasi Halo BAZNAS untuk memperkuat layanan kepada masyarakat.
“Baru tiga bulan dilantik, tetapi sudah menjadi studi banding bagi seluruh BAZNAS se-Indonesia dengan meluncurkan aplikasi Halo BAZNAS,” kata Didi.
Kehadiran aplikasi tersebut menjadi salah satu upaya digitalisasi layanan BAZNAS Jatim. Inovasi ini diharapkan mempermudah akses masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan zakat yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
Ghofirin menyambut penghargaan tersebut dengan rasa syukur. Namun, ia menegaskan bahwa apresiasi bukanlah tujuan utama dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, apresiasi ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Bagi saya, pengabdian bukan tentang penghargaan, melainkan bagaimana kehadiran kita bisa memberikan dampak nyata bagi umat,” ujar Ghofirin.
Ia berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
Untuk mendukung agenda itu, BAZNAS Jatim menyiapkan sembilan program prioritas Nawa Pradana periode 2026–2031. Program tersebut mencakup BAZNAS Jatim Peduli, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Lestari, Tangguh, Amanah, Inklusif, dan Sinergi.
Berlandaskan semangat “Menebar Manfaat, Menguatkan Umat”, sembilan program tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi hingga dakwah serta advokasi.
BAZNAS Jatim juga menekankan pentingnya tata kelola zakat yang amanah, transparan, dan profesional untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Penguatan tata kelola diharapkan dapat memastikan dana zakat, infak, dan sedekah tersalurkan secara tepat sasaran serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi para mustahik.
“BAZNAS Jatim berkomitmen melanjutkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan profesional. Melalui berbagai program pemberdayaan, kami berupaya membantu mustahik meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi, hingga kelak mereka bisa bertransformasi menjadi muzakki,” pungkasnya.
Penghargaan dari FJN diharapkan menjadi dorongan bagi BAZNAS Jatim untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Melalui sinergi tersebut, pengelolaan zakat diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan membangun kemandirian secara berkelanjutan.
Editor : Alim Kusuma