Sabtu, 24 Okt 2026 12:00 WIB

Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Kapolda Jatim di Grahadi, Perkuat Sinergi Jaga Investasi dan Kondusivitas Daerah

Gubernur Khofifah menerima kunjungan Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya (IN/PHOTO: TUDJI)
Gubernur Khofifah menerima kunjungan Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan itu bertujuan memperkuat koordinasi Pemprov dan Polda Jawa Timur dalam menjaga stabilitas keamanan, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta membuka ruang dialog konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Khofifah, kepastian hukum dan stabilitas sosial merupakan faktor penting yang saling terkait untuk membangun kepercayaan investor. Lingkungan usaha yang aman, didukung penegakan hukum konsisten, memberi kepastian bagi pelaku usaha mengembangkan ekonomi dan memperluas investasi di Jawa Timur.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian sangat penting untuk memastikan iklim investasi di Jawa Timur tetap kondusif agar dunia usaha berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, iklim investasi yang sehat tidak hanya ditentukan peluang ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kepastian hukum, stabilitas keamanan, serta hubungan baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kondisi ini diharapkan memperkuat daya tarik Jawa Timur sebagai tujuan investasi strategis, yang pada akhirnya mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Khofifah menggarisbawahi pentingnya komunikasi terbuka dan berkelanjutan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk buruh dan mahasiswa. Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi. Ruang dialog harus terus dijaga agar perbedaan pandangan dikelola dalam koridor hukum dan suasana tetap kondusif.

“Kita perlu terus merawat komunikasi, membuka ruang dialog, dan membangun saling pengertian. Perbedaan pandangan adalah hal wajar, tetapi harus dikelola bersama agar tetap berada dalam koridor hukum serta menjaga suasana yang teduh dan kondusif,” tegasnya.

Dengan pendekatan dialogis yang menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi, stabilitas daerah diharapkan terjaga tanpa mengesampingkan partisipasi publik. Khofifah berharap sinergi Pemprov Jatim dan Polda Jatim semakin kuat dalam menyeimbangkan kepentingan pembangunan ekonomi, kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Turut hadir dalam pertemuan itu Direktur Intelkam Polda Jatim, PJU N Polda Jatim, serta beberapa kepala perangkat daerah Pemprov Jatim. (*)

Editor : Tudji Martudji