PASURUAN, INFONEWS.ID - Proses evakuasi sopir truk yang menabrak sejumlah rumah di Jalan Raya Gempol-Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026), berlangsung dramatis. Di tengah upaya penyelamatan, korban yang semula diduga meninggal ternyata masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Tim Basarnas yang berusaha membuka akses menuju kabin sopir mendapati korban sempat menggerakkan tangan. Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh tim medis dari RS Pusdik Brimob Watukosek.
Baca juga: Basarnas Tingkatkan Kapasitas Tim USAR Surabaya Lewat Standar INSARAG
Hasil pemeriksaan kecelakaan Gempol menunjukkan korban masih memiliki dua tanda vital, meski dalam kondisi sangat lemah. Tim medis kemudian melakukan stabilisasi untuk mencegah cedera yang lebih parah sebelum proses evakuasi dilanjutkan.
Sebelumnya, petugas lebih dahulu menarik truk menggunakan kendaraan dump truck agar akses menuju kabin lebih mudah. Setelah ruang kerja terbuka, Basarnas melanjutkan pembongkaran secara hati-hati untuk mengeluarkan sopir yang terjepit.
Kecelakaan truk yang menabrak rumah itu terjadi sekitar 70-100 meter dari lokasi kecelakaan maut lain di Jalan Raya Gempol-Pasuruan, tepatnya dekat PT Indofood.
Dalam insiden pertama sekitar pukul 06.30 WIB, dua truk dan dua sepeda motor terlibat tabrakan. Tiga orang meninggal dunia, terdiri atas sopir truk yang diduga mengalami rem blong serta dua pengendara sepeda motor.
Baca juga: Hilang Saat Melaut, KMN Entok Dicari Hingga Perairan Utara Kangean
Aipda Zaini, anggota Satlantas Polres Pasuruan Pos Lantas Gempol, menjelaskan truk tanpa muatan yang melaju dari arah selatan diduga kehilangan fungsi pengereman. Kendaraan kemudian menabrak median jalan, masuk ke jalur berlawanan, dan bertabrakan dengan truk tangki air kosong yang datang dari arah utara.
"Remnya blong mengarah ke kanan kemudian bertabrakan dengan truk tangki yang berjalan dari utara ke selatan. Di sini yang TKP awal meninggal tiga," kata Zaini.
Usai tabrakan beruntun tersebut, lalu lintas di sekitar lokasi semakin terganggu karena kecelakaan kedua terjadi tidak jauh dari titik pertama. Sebuah truk bermuatan gulungan kertas menabrak sedikitnya enam rumah warga hingga terguling. Muatan kertas berserakan dan menutup sebagian badan jalan menuju Surabaya.
Baca juga: Pemuda Tenggelam di Bengawan Solo Bojonegoro Ditemukan Meninggal
Petugas telah memindahkan dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan pertama ke tepi jalan. Truk tanpa muatan juga telah digeser ke depan kawasan PT Indofood, sedangkan truk tangki yang terguling dipindahkan ke sisi kiri jalan.
Hingga Senin siang, proses evakuasi sopir truk yang menabrak rumah masih berlangsung. Arus lalu lintas di Jalan Raya Gempol-Pasuruan dari arah Pandaan menuju Gempol maupun sebaliknya masih mengalami kemacetan panjang, sehingga pengendara diimbau memilih jalur alternatif.
Editor : Alim Kusuma