Senin, 06 Jul 2026 16:38 WIB

Profesor ITS Racik Jurus Tangkal Hacker di Sistem Pemerintahan

Guru Besar ke-246 ITS Prof Dr Ir Suwadi MT menjelaskan proses sistem komunikasi multimedia yang efisien, aman, dan tangguh. INPhoto/Humas ITS
Guru Besar ke-246 ITS Prof Dr Ir Suwadi MT menjelaskan proses sistem komunikasi multimedia yang efisien, aman, dan tangguh. INPhoto/Humas ITS

SURABAYA, INFONEWS.ID - Risiko kebocoran data dan jaringan internet yang lambat masih membayangi transisi digital di Indonesia. Merespons ancaman tersebut, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Ir. Suwadi, M.T., meluncurkan metode baru untuk memperkuat sistem komunikasi multimedia. 

Inovasi sang pakar mampu memadatkan ukuran data tanpa merusak kualitasnya, sekaligus mengunci jalur transmisi dari target peretasan siber.

Langkah konkret tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama: konten multimedia, teknologi transmisi, dan pengembangan sistem. Hasilnya berupa tiga proteksi berlapis yang mencakup kompresi cerdas, perlindungan konten, serta kriptografi fisik.

Masyarakat kerap mengeluhkan jaringan internet yang mendadak lambat saat lalu lintas data padat. Teknologi kompresi cerdas ciptaan Suwadi menjawab kendala itu dengan cara memangkas beban jalur komunikasi secara signifikan. 

Pengiriman dokumen publik berukuran raksasa seperti video atau gambar resolusi tinggi kini bisa berjalan lebih mulus tanpa memakan kuota jaringan secara berlebihan.

"Inovasi ini membangun fondasi yang efisien, aman, dan tangguh," ujar ilmuwan kelahiran Gresik tersebut.

Pada aspek keamanan, alumni magister Teknik Elektro ITB tersebut memasang perlindungan konten untuk membentengi dokumen digital dari manipulasi oknum tidak bertanggung jawab. Sistem penyandian ini bekerja layaknya sidik jari digital yang memastikan keaslian informasi publik yang diterima masyarakat.

Proteksi paling mutakhir terletak pada lapis ketiga, yakni kriptografi fisik. Profesor Suwadi memanfaatkan karakteristik unik dari perangkat keras komputer untuk menghasilkan kunci enkripsi unik. Karakter acak dari mesin ini membuat jalur komunikasi mustahil digandakan atau ditembus oleh peretas berskala besar.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, adopsi teknologi ini bakal mempercepat realisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau Smart Government. 

Kehadiran enkripsi tingkat tinggi tersebut memberi garansi bahwa dokumen rahasia negara tidak mudah bocor, sementara warga di wilayah terpencil bisa menikmati konektivitas internet yang stabil dan bersih dari ancaman siber.

Kepala Kantor Audit Internal (KAI) ITS tersebut menegaskan, riset yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait sektor infrastruktur dan industri ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Pemerintah, pelaku industri, dan akademisi wajib bersinergi demi memperluas implementasi di lapangan.

"Peluang untuk melahirkan ruang digital yang lebih aman masih terbuka lebar. Kita membutuhkan riset mendalam yang berjalan secara konsisten dan berkelanjutan," ucap Profesor ke-246 ITS tersebut.

Editor : Alim Kusuma