Jumat, 26 Jun 2026 14:02 WIB

Rumah BUMN SIG di Rembang Cetak Transaksi Rp6,9 Miliar, 580 UMKM Berkembang

Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran, saat melihat batik UMKM Rumah BUMN SIG pada Kartini Expo di Komplek Museum Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 21 April 2026. INPhoto/SIG
Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran, saat melihat batik UMKM Rumah BUMN SIG pada Kartini Expo di Komplek Museum Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 21 April 2026. INPhoto/SIG

JAKARTA, INFONEWS.ID - Program Rumah BUMN (RB) Rembang yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak beroperasi pada 2020, program tersebut telah mendampingi 580 UMKM dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp6,9 miliar.

Tak hanya mendorong peningkatan omzet pelaku usaha, Rumah BUMN Rembang yang dikelola PT Semen Gresik juga berkontribusi terhadap penyerapan lebih dari 2.100 tenaga kerja di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"UMKM merupakan penggerak ekonomi daerah sekaligus penyedia lapangan kerja. Karena itu SIG terus menghadirkan program pendampingan yang mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Selama lima tahun terakhir, Rumah BUMN Rembang telah menggelar 203 pelatihan yang mencakup peningkatan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan merek, hingga strategi pemasaran.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memperluas pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.

Salah satu kisah sukses datang dari Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang. Setelah mengikuti pembinaan Rumah BUMN, usahanya berkembang pesat dengan omzet sekitar Rp100 juta per bulan.

Perkembangan tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan karyawan tetap serta ratusan tenaga kerja lepas yang berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Rembang.

SIG menilai Rumah BUMN bukan sekadar pusat pelatihan, melainkan ekosistem bisnis yang menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan pemasaran, kolaborasi, hingga pemanfaatan platform digital.

Model pembinaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar nasional maupun internasional.

Ke depan, SIG berkomitmen memperluas dampak program melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan kualitas produk, serta membuka akses pasar yang lebih luas agar semakin banyak UMKM mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Editor : Alim Kusuma