SAMPANG, iNFONews.ID - Lahan kosong yang lama dibiarkan di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, kini mulai memberi hasil. Budidaya pisang yang digagas Abunali Ja’far membuka peluang ekonomi baru sekaligus menghidupkan tanah yang sempat terbengkalai.
Perubahan tersebut berangkat dari keputusan Abunali kembali ke kampung halaman. Ia melihat lahan tak terurus sebagai ruang produksi, bukan sekadar tanah tidur. Sejak Agustus 2025, ia membangun Sahabat Pisang Farm di atas lahan seluas 2.750 meter persegi.
Langkah awal dilakukan dari nol. Semak dibersihkan, tanah diolah, hingga lubang tanam disiapkan satu per satu.
“Semua dimulai dari nol. Saya bersihkan semak, olah tanah, buat bedengan, sampai siapkan lubang tanam,” kata Abunali, Minggu (12/4/2026).
Ia memperbaiki struktur tanah dengan kapur dolomit untuk menyeimbangkan pH serta pupuk kandang fermentasi sebagai nutrisi dasar. Baginya, tanah harus dirawat agar tetap produktif dalam jangka panjang.
Setelah lahan siap, Abunali menanam tiga varietas pisang: Cavendish, kepok kuning tanpa jantung, dan raja bulu kuning. Bibit didatangkan dari Sumatera Utara, lalu diadaptasikan lebih dulu dalam polybag sebelum dipindah ke lahan.
Perawatan dilakukan bertahap dengan kombinasi pupuk organik dan anorganik. Hasilnya mulai terlihat. Dari sekitar 80 pohon, lima tandan telah dipanen. Sekitar 20 tandan lain menyusul dalam waktu dekat.
Hasil tersebut belum besar, namun cukup membuka jalur pasar. Permintaan datang dari dapur penyedia konsumsi di sekitar lokasi. Pisang kepok kuning tanpa jantung bahkan mulai memiliki pembeli tetap dari pedagang lokal.
Abunali masih menghadapi tantangan, terutama dalam penguasaan teknik pematangan buah pascapanen. Kualitas produk menjadi kunci jika ingin menembus pasar lebih luas.
Berbekal pengalaman sebagai konsultan lingkungan dan pendamping koperasi, ia mengelola kebun dengan pendekatan berkelanjutan. Produksi dijaga tanpa mengabaikan keseimbangan alam.
Pengembangan terus dirancang. Ia menargetkan penambahan hingga 100 pohon dalam waktu dekat, dengan fokus pada varietas Cavendish. Secara bertahap, jumlah tanaman akan ditingkatkan menjadi 180 pohon.
Bagi warga sekitar, perubahan lahan tersebut memberi dampak nyata. Area yang dulu sepi kini mulai bergerak sebagai sumber penghidupan. Aktivitas budidaya membuka peluang kerja sekaligus memicu minat bertani generasi muda.
Abunali ingin menunjukkan bahwa desa menyimpan potensi besar jika dikelola serius. Pertanian, menurutnya, bukan pilihan terakhir, melainkan jalan untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
Kini, deretan pohon pisang tumbuh di lahan yang dulu terabaikan. Dari sana, harapan mulai dipanen pelan, tapi pasti.
Editor : Alim Kusuma