Sabtu, 20 Jun 2026 17:39 WIB

Dipercaya Dunia, UNUSA Ambil Peran Strategis di Forum Health Tourism Global

UNUSA mendapat kepercayaan sebagai co-host yang turut berkontribusi dalam penguatan substansi akademik dan pelaksanaan konferensi. INPhoto/Humas Unusa
UNUSA mendapat kepercayaan sebagai co-host yang turut berkontribusi dalam penguatan substansi akademik dan pelaksanaan konferensi. INPhoto/Humas Unusa

SURABAYA, INFONEWS.ID – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali memperluas kiprahnya di tingkat internasional. Kampus yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut dipercaya menjadi co-host International Community Development Program (ICDP) 2026 bertema “Health Tourism Community Empowerment: Strengthening Global Academic Health Tourism Networks” yang akan berlangsung di Bali pada 22-23 Juni 2026.

Keterlibatan UNUSA dalam forum internasional itu menjadi bagian dari perannya sebagai anggota konsorsium World University Association of Community Development (WUACD), jaringan perguruan tinggi yang mendorong kolaborasi global dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Konferensi tersebut akan mempertemukan akademisi, praktisi kesehatan, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas pengembangan sektor wisata kesehatan atau health tourism yang kian berkembang di berbagai belahan dunia.

Sejumlah isu strategis bakal menjadi perhatian dalam forum tersebut, mulai layanan kesehatan internasional, telemedicine, transformasi digital kesehatan, wellness tourism, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam layanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dan penguatan jejaring global di bidang kesehatan.

Dalam penyelenggaraannya, Universitas Airlangga bertindak sebagai host utama, sementara UNUSA mendapat kepercayaan sebagai co-host yang turut berkontribusi dalam penguatan substansi akademik dan pelaksanaan konferensi.

Empat akademisi UNUSA dijadwalkan tampil sebagai pembicara, yakni Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K), Prof. Dr. Yusak Anshori, Dr. Pandam Nurwulan, serta dr. Merryana Adriani. Mereka akan mempresentasikan hasil penelitian dan pengalaman praktis terkait pengembangan sektor kesehatan serta wisata kesehatan di tingkat global.

Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono mengatakan partisipasi kampusnya dalam forum internasional tersebut merupakan langkah konkret untuk memperluas kolaborasi global sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan.

“Partisipasi UNUSA dalam konferensi ini menunjukkan komitmen kami untuk terlibat aktif dalam kolaborasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui forum ini, kami tidak hanya berbagi keilmuan dan pengalaman, tetapi juga berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara luas di tingkat global,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, konferensi tersebut juga ditargetkan menghasilkan policy brief yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri dalam merumuskan kebijakan pengembangan wisata kesehatan.

Dokumen rekomendasi itu diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata sehingga menghadirkan layanan health tourism yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III UNUSA, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, menilai keikutsertaan dalam WUACD membuka peluang besar bagi kampus untuk memperluas kerja sama internasional.

“Keanggotaan UNUSA dalam WUACD membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi dari berbagai negara. Konferensi ini menjadi salah satu wujud nyata bagaimana kerja sama internasional dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat global,” katanya.

Menurut Bambang, keterlibatan UNUSA dalam ICDP 2026 juga menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yakni Good Health and Well-Being.

Melalui forum tersebut, UNUSA berharap dapat memperkuat reputasi internasional institusi sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat lintas negara.

Hasil yang lahir dari konferensi itu diharapkan turut memperkuat ekosistem health tourism global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dunia.

Editor : Alim Kusuma