JAKARTA, iNFONews.ID - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG memperluas kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan produk dan layanan bahan bangunan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diarahkan pada riset semen dan turunannya yang lebih ramah lingkungan serta mampu menjawab kebutuhan sektor konstruksi yang terus berkembang.
Kesepakatan dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra, dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional, R. Hendrian, dalam agenda “BRIN Goes To Industry 4” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (19/5).
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan inovasi produk semen berbasis riset aplikatif, pemanfaatan fasilitas riset bersama, advokasi kebijakan pembangunan berkelanjutan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, mengatakan forum “BRIN Goes To Industry” menjadi ruang komunikasi antara dunia industri, regulator, lembaga riset, dan masyarakat untuk mempercepat pemanfaatan hasil inovasi.
“Program ini menjadi implementasi arah kebijakan RPJMN 2025-2029 melalui penguatan riset dan inovasi yang selaras dengan harmoni manusia, lingkungan, alam, dan budaya,” ujar Amarulla Octavian.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menilai riset menjadi fondasi penting dalam menghadirkan material bangunan berkualitas dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
“Kerja sama riset dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk menghadirkan solusi material bangunan yang berkualitas, bermutu, dan ramah lingkungan. Langkah tersebut juga sejalan dengan transformasi SIG dalam memperkuat portofolio produk turunan semen,” kata Indrieffouny Indra.
Kerja sama terbaru tersebut merupakan kelanjutan nota kesepahaman yang telah dijalankan sejak Juli 2023. Pada periode sebelumnya, SIG dan BRIN mengembangkan sejumlah riset, mulai dari High Performance Concrete berbasis semen hidraulis, Self Healing Concrete untuk perbaikan retakan beton, chemical additives untuk semen dan beton, hingga beton hijau bagi infrastruktur pesisir dan laut.
SIG menilai diversifikasi produk berbasis inovasi akan memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi bahan bangunan di Indonesia sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan nasional.
Editor : Alim Kusuma