JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mulai memperluas penggunaan energi terbarukan di area tambang mereka. Salah satu langkah terbesar dilakukan di Tambang Emas Pani, Gorontalo, yang dijadwalkan sepenuhnya menggunakan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru mulai Januari 2026.
Peralihan menuju energi hijau dilakukan seiring dorongan industri tambang global untuk menekan jejak karbon operasional. MDKA juga mengamankan pasokan listrik bersih melalui mekanisme Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN di beberapa site operasional hingga akhir 2025.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, mengatakan perusahaan terus memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan di tengah ekspansi bisnis grup.
“Kami berkomitmen mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab seiring pengembangan proyek-proyek strategis grup ke depan,” ujarnya.
Selain memanfaatkan REC, perusahaan mulai memperluas penggunaan panel surya di sejumlah tambang. Infrastruktur tenaga surya tersebut telah digunakan di Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, hingga Tambang Nikel SCM.
Efisiensi energi juga dilakukan lewat optimalisasi penggunaan bahan bakar B40. Sepanjang tahun lalu, Tambang Nikel SCM mencatat penghematan konsumsi bahan bakar hingga 563.293 liter. Saat ini, seluruh entitas usaha di bawah Grup Merdeka diwajibkan menggunakan B40 untuk kendaraan operasional.
Pada aspek lingkungan, MDKA melaporkan reklamasi lahan mencapai 49,60 hektare selama 2025. Dengan tambahan tersebut, total area yang telah direhabilitasi perusahaan kini mencapai 143,56 hektare.
Perusahaan juga menjalankan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 6.084 hektare di luar kawasan tambang sebagai bagian dari pemulihan ekosistem.
Seluruh anak usaha MDKA kini telah mengantongi sertifikasi ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan. Standar internasional tersebut menjadi acuan pengelolaan dampak lingkungan di setiap wilayah operasional perusahaan.
Di tengah tekanan terhadap industri ekstraktif soal praktik keberlanjutan, MDKA berhasil mempertahankan peringkat A dari MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut. Pencapaian itu menjadikan perusahaan sebagai satu-satunya emiten pertambangan dan logam terdiversifikasi di Indonesia yang memperoleh predikat tersebut.
Saat ini, portofolio bisnis MDKA mencakup Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi hingga Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang memiliki cadangan sekitar 8,2 juta ton tembaga. Perusahaan juga memperluas bisnis rantai pasok kendaraan listrik melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Editor : Alim Kusuma