Minggu, 10 Mei 2026 18:00 WIB

Operasional Haji Hari Ke-20, Embarkasi Surabaya Berangkatkan 26.931 Jemaah

Mohammad As’adul Anam (IN/PHOTO: HUMAS)
Mohammad As’adul Anam (IN/PHOTO: HUMAS)

SURABAYA, iNFONews.ID - Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-20 terus berjalan tertib dan lancar. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 10 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 26.931 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 61 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang, terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Secara kumulatif hingga 9 Mei 2026, sebanyak 25.794 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 68 kloter. Pada 10 Mei 2026 terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.137 orang dari tiga kloter, yakni SUB 69, SUB 70, dan SUB 71, sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 26.931 orang dalam 71 kloter.

Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jumlah jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 12.525 laki-laki dan 14.406 perempuan.

Dalam pelaksanaan operasional, tercatat sebanyak 112 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jemaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 22 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi hamil, 10 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 25 jemaah tunda keberangkatan dari daerah, 2 jemaah tunda Macca Road, 31 kursi kosong karena praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, serta 19 perpindahan kloter.

Dari total 112 mutasi keluar tersebut, sebanyak 63 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk yang terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter dan 38 jemaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi. Dengan demikian, sisa kursi kosong (open seat) dapat ditekan menjadi 53 kursi.

“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan operasional pemberangkatan berjalan efektif,” tambah Mohammad As’adul Anam.

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seluruh 71 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi, yaitu:

1. Kamariyah Dul Tayib, Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan;

2. Abd Wachid, Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan;

3. Fajar Puja Sasmita, Kloter 11 asal Kota Malang;

4. Sibiatun Saji, Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan;

5. Mustika Rajim D, Kloter 47 asal Kabupaten Gresik;

6. Suyono Reso, Kloter 62 asal Kabupaten Jombang.

Menurut laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku. PPIH Embarkasi Surabaya juga terus berkoordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal masing-masing.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.

Jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 11 orang, terdiri atas 8 jemaah sakit dan 3 pendamping. Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.

Pada fase pertama pemberangkatan ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.

PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat rencana kedatangan jemaah ke asrama pada 11 Mei 2026 sebanyak 1.900 orang dalam lima kloter yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kota Surabaya.

Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Embarkasi Surabaya akan terus menjaga kualitas pelayanan agar seluruh proses operasional pemberangkatan berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga akhir masa operasional embarkasi. (*)

Editor : Tudji Martudji