Kamis, 23 Apr 2026 17:13 WIB

Turnamen Domino Surabaya 2026 Dongkrak UMKM dan Pariwisata

Ribuan pengunjung mendorong omzet pelaku UMKM hingga sektor perhotelan. INPhoto/Pool
Ribuan pengunjung mendorong omzet pelaku UMKM hingga sektor perhotelan. INPhoto/Pool

SURABAYA, iNFONews.ID - Surabaya Domino Tournament 2026 tak sekadar menghadirkan persaingan sengit di meja permainan. Ajang yang berlangsung pada 18–19 April di Grand City Convention Hall juga menggerakkan ekonomi kota, dengan ribuan pengunjung mendorong omzet pelaku UMKM hingga sektor perhotelan.

Sejak hari pertama, arus peserta dan penonton memadati area acara. Aktivitas tersebut langsung terasa pada perputaran uang di sekitar lokasi. Stan UMKM menjadi salah satu titik paling ramai, dipenuhi pembeli yang datang silih berganti.

KTB (Kita Tumbuh Bersama), salah satu pelaku usaha yang ikut meramaikan acara, mencatat lonjakan penjualan signifikan. Pemiliknya, Rina Setiawan, menyebut omzet meningkat hingga 70–80 persen dibanding hari biasa.

“Antusiasme peserta sangat tinggi, terutama menjelang babak akhir. Produk kami sempat habis lebih cepat dari perkiraan. Kami kewalahan melayani, tapi pengalaman ini sangat positif,” ujar Rina.

Dampak serupa menjalar ke sektor lain. Kehadiran peserta dari berbagai daerah ikut mendongkrak tingkat hunian hotel di Surabaya. Pergerakan tersebut memperkuat posisi kota sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional berbasis komunitas.

Wakil Gubernur Jawa Timur menilai kegiatan seperti turnamen domino mampu memberi efek berlapis. Selain menjadi ruang kompetisi, ajang tersebut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia juga melihat domino kini berkembang dengan struktur organisasi yang lebih rapi dan dapat diikuti berbagai kalangan, sehingga memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil hingga sektor jasa.

Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyebut perkembangan domino tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk penyelenggara. Menurutnya, kerja sama tersebut lahir dari tujuan bersama untuk mengangkat domino sebagai olahraga profesional sekaligus sumber nilai ekonomi.

“Dengan jaringan organisasi di berbagai provinsi dan dukungan event yang terus tumbuh, domino punya peluang berkembang lebih luas. Ke depan, konsep seperti ‘Domino Corner’ di hotel dan pusat perbelanjaan bisa mendorong aktivitas pariwisata,” ujarnya.

Dari sisi kompetisi, Emansyah, pemain asal Gresik, keluar sebagai juara setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Ia menilai ajang berskala besar membuka peluang bagi pemain untuk naik ke level profesional.

Penyelenggara, Higgs Games Island (HGI), melihat dampak ekonomi yang muncul sebagai bagian dari tujuan jangka panjang. Event dirancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas kota.

Agenda lanjutan telah disiapkan melalui HGI City Cup 2026 Surabaya Fest pada 25–26 April di Grand City Atrium. Acara tersebut akan memadukan kompetisi domino, karnaval budaya, dan pertunjukan musik.

Tingginya partisipasi serta dampak yang dirasakan berbagai sektor menunjukkan satu hal: olahraga berbasis strategi seperti domino mampu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem komunitas.

Editor : Alim Kusuma