SURABAYA, iNFONews.ID - Dunia hukum tanah air tidak lagi melihat dari mana seorang pembela berasal, melainkan seberapa tangguh ia bertarung di meja hijau. Pesan kuat tersebut mengemuka saat Ketua Umum DPP PPSHI, Prof. Dr. Ilyas Indra, membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan IV yang diikuti 50 peserta secara daring.
Ilyas mendobrak stigma lama yang sering menghantui lulusan Fakultas Syariah dan Hukum. Menurutnya, latar belakang pendidikan spesifik tersebut justru menjadi modalitas kuat yang belum tentu dimiliki praktisi hukum umum. Ia meminta para calon advokat muda membuang jauh rasa ragu dalam berkompetisi di level nasional.
"Dunia hukum itu luas. Kalian punya instrumen keilmuan spesifik yang sangat dibutuhkan. Tingkatkan kapasitas diri, bukan malah memelihara rasa rendah diri," ujar Ilyas saat memberi pembekalan virtual.
Fenomena "nama besar" organisasi profesi kerap menjadi mitos yang membayangi para pendatang baru. Namun, Ilyas mematahkan pandangan tersebut. Ia memastikan bahwa masyarakat sebagai pencari keadilan tidak akan mengecek berapa usia organisasi tempat seorang pengacara bernaung.
Indikator keberhasilan seorang praktisi hukum terletak pada kemampuan membela hak klien secara presisi. Baginya, organisasi hanyalah kendaraan, sementara penentu kemenangan adalah integritas serta kemahiran sang pengemudi.
"Masyarakat tidak akan bertanya berapa usia organisasi Anda. Mereka hanya peduli seberapa hebat Anda membela hak-hak mereka di persidangan," tegasnya.
Sebanyak 50 peserta dari berbagai penjuru Indonesia ini dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi profesi yang kian brutal. PPSHI merancang kurikulum yang menjangkau aspek hukum acara hingga pemahaman mendalam soal kode etik.
Ilyas mewanti-wanti agar para peserta tidak terjebak mencari jalan pintas dalam meniti karier. Proses panjang di PKPA merupakan fase krusial untuk membangun "jam terbang" mental sebelum terjun langsung ke lapangan.
"Jadilah profesional yang dicari karena solusi hukum Anda, bukan karena atribut yang dikenakan. PPSHI ingin mencetak petarung hukum yang tangguh sekaligus beretika," pungkas Ilyas.
Melalui angkatan keempat ini, PPSHI berambisi melahirkan barisan praktisi yang mampu menjaga marwah konstitusi tanpa melupakan nilai moralitas, sebuah kombinasi yang kini semakin langka di rimba hukum Indonesia.
Editor : Alim Kusuma