Sabtu, 14 Mar 2026 00:37 WIB

Resmi Jadi Dekan FK Unusa, Prof Bus Fokus Benahi Input Mahasiswa

UNUSA resmi melantik Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG., Subsp.F.E.R., Jumat (13/3) pagi. INPhoto/Humas Unusa
UNUSA resmi melantik Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG., Subsp.F.E.R., Jumat (13/3) pagi. INPhoto/Humas Unusa

SURABAYA, iNFONews.ID - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) resmi menunjuk pakar obstetri dan ginekologi terkemuka, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG(K), sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK), Jumat (13/3/2026). 

Sosok yang akrab disapa Prof Bus ini memikul mandat besar untuk menjaga tren positif kelulusan dokter di tengah ketatnya persaingan institusi pendidikan medis di Surabaya.

Langkah perdana yang dibidik pria kelahiran Banyuwangi ini bukan sekadar mengejar angka kuantitas, melainkan memperketat saringan masuk. 

Ia meyakini bahwa kualitas dokter masa depan sangat bergantung pada standar batas minimal kemampuan akademik saat rekrutmen mahasiswa baru.

"Kualitas lulusan atau outcome itu akarnya ada pada input. Kami akan menetapkan standar akademik yang jauh lebih ketat bagi calon mahasiswa. Parameter keberhasilannya tetap mengacu pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)," ujar Prof Bus usai prosesi pelantikan.

Meski FK Unusa tergolong institusi yang berkembang pesat, Prof Bus menepis ambisi persaingan sempit antar-kampus di Surabaya. 

Baginya, kolaborasi jauh lebih mendesak untuk menutup celah kesenjangan kualitas antara fakultas kedokteran baru dengan pemain lama.

Untuk mendukung percepatan mutu, Prof Bus langsung mengaktifkan jejaring internasional. Para dosen FK Unusa bakal didorong menempuh program doktor (PhD) melalui kemitraan dengan China Medical University dan OITA University Jepang. 

Langkah ini bertujuan agar tenaga pendidik memiliki wawasan riset global yang relevan dengan kebutuhan medis masa kini.

Di sisi lain, Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, memberikan instruksi tegas mengenai tata kelola fakultas. Ia meminta kepemimpinan baru ini memastikan transparansi finansial dan administratif guna memperkuat kepercayaan publik.

"Kedokteran Unusa harus melaju lebih cepat dalam urusan akreditasi. Standar mutu kita tidak boleh hanya jago kandang, tapi harus berani diadu di level internasional," tegas Prof. Tri Yogi.

Selain aspek teknis dan akademis, rektor juga menitipkan pesan moral. Ia berharap FK Unusa mampu melahirkan dokter yang tidak hanya mahir memegang pisau bedah atau meresepkan obat, tetapi juga memiliki empati tinggi dan integritas dalam melayani pasien di lapangan.

Editor : Alim Kusuma