Jumat, 13 Mar 2026 01:05 WIB

Warga Bojonegoro Hilang Saat Mencari Ikan di Bengawan Solo

Tim SAR gabungan menyisir Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro untuk mencari warga yang diduga jatuh dari perahu saat mencari ikan. INPhoto/Basarnas
Tim SAR gabungan menyisir Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro untuk mencari warga yang diduga jatuh dari perahu saat mencari ikan. INPhoto/Basarnas

BOJONEGORO, iNFONews.ID - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga yang diduga jatuh ke Sungai Bengawan Solo di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. 

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta warga sekitar yang ikut membantu penyisiran sungai.

Korban bernama Djuwadi (42), warga setempat yang sehari-hari mencari ikan di bantaran Bengawan Solo. Kejadian bermula pada Rabu (11/3) siang saat saksi melihat korban berangkat menggunakan perahu kayu sambil membawa peralatan untuk menangkap ikan. 

Beberapa waktu kemudian, saksi hanya melihat perahu tersebut dengan perlengkapan korban masih berada di dalamnya. Korban tidak terlihat di sekitar perahu sehingga diduga terjatuh ke sungai.

Laporan kejadian segera diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya pada hari yang sama. Unit Siaga SAR Bojonegoro langsung mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi. 

Petugas bersama unsur SAR lainnya memulai pencarian dengan menyisir aliran Bengawan Solo menggunakan perahu karet.

Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan radius sekitar empat kilometer dari titik awal yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban. 

Tim SAR juga melakukan manuver perahu karet di sejumlah titik. Teknik tersebut bertujuan menggerakkan arus air agar material di dasar sungai bergeser sehingga memungkinkan korban muncul ke permukaan.

Operasi pencarian pada hari pertama berlangsung hingga sore hari. Petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban sehingga pencarian dilanjutkan ke hari berikutnya. Kamis (12/3) pagi, tim SAR gabungan kembali turun ke lokasi untuk memperluas area pencarian.

Pada hari kedua, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 dan SRU 2 melakukan penyisiran sungai menggunakan empat perahu karet dengan menyusuri aliran Bengawan Solo dari beberapa titik. 

Sementara SRU 3 melakukan pemantauan dari darat di kawasan Jembatan Malo Bojonegoro untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke area tersebut.

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur di daerah. Selain Basarnas, operasi tersebut didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Polsek Purwosari, Koramil Purwosari, Satpol PP Kecamatan Purwosari, Satpol PP Kecamatan Malo, serta masyarakat sekitar yang turut membantu penyisiran di sepanjang bantaran sungai.

Kehadiran warga dalam operasi pencarian mempercepat pemantauan di beberapa titik aliran sungai yang sulit dijangkau perahu. Tim SAR berharap koordinasi antarunsur dapat memperluas jangkauan pencarian sehingga korban segera ditemukan.

Sungai Bengawan Solo dikenal memiliki arus yang cukup kuat di beberapa titik, terutama setelah hujan di wilayah hulu. Kondisi tersebut sering menjadi tantangan dalam operasi pencarian di sepanjang aliran sungai terbesar di Pulau Jawa tersebut. 

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian dengan memperluas penyisiran di sepanjang aliran Bengawan Solo.

Editor : Alim Kusuma