BELITUNG, iNFONews.ID - Kabupaten Belitung Timur terus berbenah demi kualitas pendidikan. Delapan puluh guru Sekolah Dasar (SD) bersiap memasuki fase 2 Pelatihan Gerakan Nasional Berantas Buta Matematika (Gernas Tastaka) mulai pekan depan.
Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan. Para guru yang telah menuntaskan Fase 1 pada akhir 2024, kini didorong untuk menjadi penggerak perubahan di kelas masing-masing.
"Kami tidak mungkin mampu sendirian melaksanakan pelatihan Gernas Tastaka," ujar Ahmad Sururi Aziz, Ketua Yayasan Pengincer, yang juga pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI). Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah dan PT Timah Tbk.
Gernas Tastaka kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun Gerakan Numerasi Nasional (GNN). Tujuannya jelas: menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
Kepala Divisi Belitung Timur PT Timah Tbk, Feriandi Giyono, menyambut baik inisiatif ini. "Pelatihan Gernas Tastaka adalah sebuah inisiatif besar dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia yang unggul melalui peningkatan kompetensi guru," tegasnya.
Indonesia masih memiliki "pekerjaan rumah" besar terkait literasi numerasi. Data PISA 2000-2023 menunjukkan capaian Indonesia masih di bawah rata-rata negara OECD.
"Numerasi bukan sekadar keterampilan berhitung, tapi kemampuan berpikir logis analitis," jelas Direktur Guru GTK, Rachmadi Widdiharto.
Ia menegaskan pentingnya selarasnya sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam membangun kemampuan tersebut.
Sekretaris Yayasan Pengincer, Muhammad Fathii, menantang para guru di Belitung Timur untuk tampil sebagai pengampu kelas percontohan di tahun 2026.
"Saya ingin memberi challenge agar di tahun 2026 ini ada guru yang tampil mengampu kelas percontohan, bukan lagi trainer dari pusat," ungkapnya.
Para guru juga diharapkan melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat. Gernas Tastaka berkomitmen menyediakan seluruh kebutuhan pendukung, mulai dari materi hingga alat peraga matematika.
Dengan semangat kolaborasi dan kemandirian, Belitung Timur bertekad menjadi contoh sukses peningkatan literasi numerasi di Indonesia.
Editor : Alim Kusuma