Sabtu, 31 Jan 2026 06:42 WIB

Armuji Pimpin PDIP Surabaya 2025–2030, Siap 'Balas Dendam' di Pileg 2029

Armuji, atau yang populer disapa Cak Ji, kini sah memegang tongkat komando sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2025–2030. INPhoto/Eric
Armuji, atau yang populer disapa Cak Ji, kini sah memegang tongkat komando sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2025–2030. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID – Peta politik di Kota Pahlawan resmi berganti wajah. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, atau yang populer disapa Cak Ji, kini sah memegang tongkat komando sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2025–2030.

Keputusan strategis bagi masa depan "Kandang Banteng" ini diketuk dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Shangri-La, Minggu (21/12/2025). 

Penetapan Armuji menjadi sinyal kuat bahwa partai berlambang banteng moncong putih ini ingin memperkuat cengkeraman akarnya di Surabaya melalui figur yang dikenal merakyat.

Usai dilantik, politisi senior ini langsung melempar pesan menohok bagi seluruh kadernya. Baginya, jabatan baru ini bukan sekadar kursi kekuasaan, melainkan mandat untuk lebih dekat dengan keluhan warga di gang-gang sempit Surabaya.

"Pesan Ibu Ketum Megawati sangat jelas: dengar dan datanglah ke rakyat. Saat warga butuh bantuan, kita harus hadir mengulurkan tangan. Struktur partai wajib responsif setiap saat, bukan cuma muncul ketika pemilu tiba," kata Cak Ji dengan nada tegas.

Langkah pertama yang akan diambil Armuji adalah melakukan evaluasi total terhadap perolehan suara partai. Ia tidak memungkiri bahwa dinamika politik dan perubahan daerah pemilihan (dapil) sebelumnya sempat menggerus perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya.

Pileg 2029 menjadi target "balas dendam" politik yang nyata bagi pria yang dikenal gemar turun langsung ke lapangan ini. Ia berambisi mengembalikan dominasi partai agar kembali ke angka semula, bahkan melampauinya.

"Kursi kita kemarin sempat turun, ini harus kita rebut kembali. Kami akan manfaatkan perubahan dapil sebagai peluang baru untuk memperluas suara. Minimal kembali seperti dulu, syukur-syukur kalau bisa bertambah," tuturnya optimistis.

Strategi menarik diusung Armuji untuk mencapai target tersebut. PDI Perjuangan Surabaya kini tampak ingin tampil lebih segar dan relevan dengan zaman. Dalam kepengurusan baru ini, Armuji sengaja memberi ruang luas bagi anak muda.

Kehadiran perwakilan Gen Z dan milenial dalam struktur kepengurusan diharapkan mampu mendobrak sekat komunikasi dengan pemilih pemula. Armuji percaya, energi anak muda adalah modal utama untuk memastikan partai tetap menjadi pemenang total di Surabaya.

"Pengurus kita banyak diisi kawan-kawan muda dari kalangan Gen Z dan milenial. Mereka adalah mesin penggerak untuk menggalang suara baru," jelasnya.

Terkait desas-desus peluangnya maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya mendatang, Armuji merespons dengan sikap dingin. Ia tak ingin terburu-buru membahas tiket pencalonan dan memilih fokus pada pembenahan internal partai.

Baginya, kerja nyata untuk warga jauh lebih mendesak daripada sekadar ambisi posisi wali kota. Konsolidasi hingga tingkat akar rumput menjadi prioritas utamanya saat ini untuk memastikan mesin partai tetap panas.

"Fokus saya sekarang adalah kerja nyata untuk warga dan menjaga kesolidan partai. Kalau basis di bawah sudah kuat, jalan ke depan pasti terasa lebih ringan," pungkasnya menutup pembicaraan.

Editor : Alim Kusuma