Sabtu, 31 Jan 2026 06:42 WIB

RS Kemenkes Surabaya & ARSADA Jatim Bahas Tantangan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi

Plh Dirut RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana dan dokter lainnya menyampaikan hasil pertemuan dengan pengelola rumah sakit di Jatim (IN/PHOTO: TUDJI)
Plh Dirut RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana dan dokter lainnya menyampaikan hasil pertemuan dengan pengelola rumah sakit di Jatim (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID - Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur menggelar pertemuan, dengan mengangkat tema penguatan rumah sakit di era Rumah Sakit Berbasis Kompetensi. Pertemuan tersebut dibuka oleh Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana L. Siahaan, S.H., MARS., M.H.Kes, di RS Kemenkes Surabaya, Rabu (10/12/2025).

 

Ivent tersebut mempertemukan para pimpinan RSUD se-Jawa Timur dalam upaya memperkuat mutu, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), serta tata kelola layanan kesehatan yang adaptif terhadap transformasi sistem kesehatan nasional.

 

Dikesempatan itu, dr. Martha Muliana menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi SDM, penggunaan teknologi medis maju, dan tata kelola berbasis data sebagai fondasi RS berbasis kompetensi. Disebutkan, ada sebanyak 413 rumah sakit di Jatim.

 

"Dari data yang sudah masuk, kami lakukan evaluasi kembali. Kemudian pihak rumah sakit juga harus melakukan sinkronisasi kembali. Tapi, kondisi di Jawa Timur sudah termasuk luar biasa, dan kami juga sangat berterimakasih," kata dr Martha Muliana.

 

Dari sejumlah prasarat yang harus dipenuhi oleh rumah sakit, disebut untuk SDM masih harus menjadi perhatian, dibanding prasyarat lainnya. Pihaknya memberikan pujian rumah sakit di Jatim, tergolong baik. Namun, kondisi itu harus terus ditingkatkan menyesuaikan kelas atau strata rumah sakit, Muda, Madya atau Utama. Serta letak daerah dan strategi pengelolaan bisnisnya. 

 

"Di Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah pastinya juga memantau semua itu, untuk melihat rumah sakit di daerahnya masih harus di strata itu atau layak naik strata. Dan, ini tidak hanya untuk rumah sakit pemerintah, tapi juga rumah sakit swasta," katanya.

 

Sementara itu, Ratih Dwi Lestari, S.Kep., MARS, menerangkan konsep Rumah Sakit Berbasis Kompetensi. Ia menjelaskan terkait pentingnya integrasi antara kompetensi SDM, keselamatan pasien, dan efektivitas pelayanan sebagai landasan transformasi rumah sakit.

 

Dilanjutkan, Ketua ARSADA Jawa Timur, dr. Atok Irawan, Sp.P, menjadi pembicara dengan materi “Strategi RSUD Menjawab Tantangan RS di Era RS Berbasis Kompetensi.” 

 

Di depan peserta, baik dari RS Pemerintah, Militer, Kejaksaan dan swasta yang hadir, dr Atok menekankan perlunya rumah sakit memperkuat kompetensi tenaga medis, memperbaiki manajemen kinerja, serta memastikan layanan memenuhi standar nasional.

 

Di pertemuan itu, RS Kemenkes Surabaya juga memperkenalkan dua layanan unggulan sebagai penguatan pusat rujukan Indonesia Timur. 

● Layanan PET Scan Pertama di Jawa Timur, dipresentasikan oleh dr. Tri Pera Sucianti, Sp.KN-TM, yang menjelaskan manfaat PET Scan dalam diagnosis kanker, evaluasi terapi, dan pemetaan kelainan organ secara presisi tinggi.

 

● Layanan Radioterapi untuk Pusat Kanker RSUP Kemenkes Surabaya, 

disampaikan oleh dr. Donald, Sp.OnkRad, yang menegaskan kesiapan rumah sakit memberikan layanan terapi radiasi yang cepat, terintegrasi, dan 

mendukung penanganan pasien kanker dari provinsi-provinsi di Indonesia Timur. Kegiatan ini menegaskan posisi RS Kemenkes Surabaya sebagai Super Hub 

Rujukan Indonesia Timur, dengan penguatan layanan diagnostik, terapi kanker, jantung, stroke dan uronefrologi (KJSU) serta pembangunan SDM berbasis kompetensi. (*)

Editor : Tudji Martudji