Sabtu, 31 Jan 2026 01:34 WIB

Tasyakuran Penuh Makna, Gelar Pahlawan Nasional Jadi Kado Terindah untuk NU

Tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Syaikhona Kholil dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). INPhoto/Eric Setyo Pambudi
Tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Syaikhona Kholil dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). INPhoto/Eric Setyo Pambudi

SURABAYA, iNFONews.ID – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sawahan menggelar acara tasyakuran sebagai ungkapan syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Syaikhona Kholil dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara ini menggantikan agenda pelantikan pengurus PAC yang semula telah direncanakan.

Ketua PAC Ansor Sawahan, Zulfikar Emir Haq, menjelaskan bahwa perubahan agenda ini merupakan respons spontan atas kabar gembira tersebut.

"Penetapan gelar Pahlawan ini adalah kado berharga di tahun 2025, yang juga menandai Abad Kedua Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Emir menambahkan, "Ini menegaskan bahwa NU punya andil dan kontribusi besar dalam proses kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia."

Acara tasyakuran yang berlangsung khidmat ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Banser, Mars Ansor, serta ditutup dengan pembacaan Istighosah.

Rangkaian acara ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus penegasan kontribusi NU bagi bangsa.

Meskipun pelantikan pengurus PAC diundur, Emir menegaskan bahwa semangat Ansor Sawahan tidak akan surut.

"Yang jelas, kami akan melakukan sosialisasi di lingkungan ranting dulu, dan memprioritaskan sahabat-sahabat untuk segera merapatkan barisan," jelasnya.

Fokus utama kepengurusan baru adalah regenerasi di Matra Banser, Ansor, dan Rijalul Ansor, dengan penekanan pada peningkatan kuantitas kader.

Emir juga memberikan mandat kepada ranting untuk aktif mencari anggota baru yang siap berkhidmat dan mengikuti pelatihan GP Ansor.

Di balik perubahan agenda ini, Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sawahan memberikan pesan bijak.

Ia menyampaikan rasa prihatin atas jadwal yang mepet, namun menjadikannya sebagai pelajaran berharga.

"Sebenarnya ini enggak perlu terlambat lah... ya harus sabar menunggu. Sabar itu langkah paling utama," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik. "Komunikasi itu menjadi hal yang paling utama, secepatnya PAC untuk segera berkoordinasi kembali dengan Pimpinan Cabang dan pihak terkait agar agenda ke depan berjalan lancar," tegasnya.

Dengan semangat baru dan pesan kuat dari para sesepuh, PAC Ansor Sawahan siap melangkah untuk mengokohkan barisan kader dan meneruskan estafet perjuangan para Pahlawan Nasional dari Nahdlatul Ulama.

Laporan: Eric Setyo Pambudi

Editor : Alim Kusuma