Sabtu, 31 Jan 2026 01:59 WIB

Gubernur Khofifah Sukses Pimpin Misi Dagang Jatim Sulteng, Transaksi Tembus Rp 1,542 Triliun

Transaksi di Misi Dagang Provinsi Jatim - Provinsi Sulteng tembus di angka Rp 1,542 Triliun (IN/PHOTO: PLAYER HUMAS)
Transaksi di Misi Dagang Provinsi Jatim - Provinsi Sulteng tembus di angka Rp 1,542 Triliun (IN/PHOTO: PLAYER HUMAS)

PALU, INFONews.ID - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menoreh prestasi gemilang, bersama tim Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jatim dengan Provinsi Sulawesi Tengah, yang digelar di Best Western Plus Coco, Kota Palu, Sabtu 18 Oktober 2025.

 

Transaksi tembus Rp 1.542.632.334.000 per pukul 17.00 WITA. Angka itu meningkat 14 kali lipat dibandingkan misi dagang sebelumnya pada 23 Februari 2022 lalu, yakni senilai Rp 104,92 miliar.

 

"Alhamdulillah, saat ditutup pukul  17.00 WITA total transaksi mencapai Rp 1,542 Triliun lebih. Tercatat Jatim menjual Rp 1,297 triliun lebih dan membeli dari Sulteng senilai Rp 245,09 miliar. Ini menjadi starting point kita untuk membangun penguatan bersama semua sektor," ucap Gubernur Khofifah.

 

Misi Dagang Jatim-Sulteng 2025, adalah gelaran kesembilan, dan misi dagang ke 45 dilakukan Pemprov Jatim di Tahun 2025. Capaian itu bukti tingginya potensi ekonomi dari Seller dan Buyer dari kedua provinsi. Sejumlah komoditas unggulan asal Jatim menjadi primadona transaksi diminati, meliputi bahan bangunan, benih tanaman hortikultura, susu dan olahan daging, daging sapi, pakan ikan dan pakan udang, daging ayam dan karkas ayam, mesin las serta mesin pengurai sabut kelapa, buah apel dan jeruk, Beras dan tepung mocaf, Gula merah (brown sugar) dan Alat olahraga.

 

Di catatan pembelian, pelaku usaha Jatim juga melakukan transaksi atas sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Tengah, seperti Kopi arabika natura, Kelapa bulat, Ikan kembung, tuna, dan bandeng, Kelapa dan kemiri, serta Rotan asalan.

 

Data di Perdagangan Antar Wilayah Jawa Timur dengan seluruh Provinsi sepanjang tahun 2022, nilai Perdagangan Provinsi Jatim dengan Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 4,693 triliun. Terdiridari nilai bongkar (beli dari Sulawesi Tengah) sebesar Rp 1,357 triliun dan nilai muat (jual ke Sulawesi Tengah)sebesar Rp 3,336 triliun. Artinya, neraca perdagangan Jatim terhadap Sulawesi Tengah surplus sebesar Rp 1,978 triliun. Lima komoditas utama yang dijual Jatim ke Sulteng adalah motor dan generator DC berdaya ≤37,5 watt 29,85 persen, tembakau dan produk pengganti tembakau 22,17 persen, ubin dan paving keramik 12,55 persen, lori crane dan mobil derek 8,99 persen, serta trailer dan semi-trailer lainnya 4,50 persen.

 

“Secara keseluruhan, kelima komoditas utama ini berkontribusi sebesar 78 persen terhadap total penjualan Jawa Timur ke Sulawesi Tengah,” jelasnya.

 

Lima komoditas utama mendominasi pembelian Jatim dari Sulteng antara lain tanaman bahan wewangian, farmasi, dan insektisida 91,52 persen, kakao 1,91 persen, kayu gelondongan non-konifera 1,88 persen, barang dari plastik untuk pengemasan 1,77 persen, buah-buahan tropis dan subtropis 1,74 persen. Kelima komoditas ini menyumbang 97,6 persen dari total pembelian Provinsi Jatim.

 

"Sulteng memiliki kain tenun dan kain songket yang saya rasa akan memiliki kekuatan atau potensi untuk dijadikan Desa Devisa. Nantinya akan mendapatkan penguatan berupa akses market, penguatan modal, desain sesuai tren kebutuhan pasar," jelasnya.

 

Potensi lain yang juga diminati adalah penguatan Perhutanan Sosial. Khofifah meyakini, Perhutanan Sosial di Sulteng masih bisa ditingkatkan lebih luas dan besar volumenya.

 

Kekuatan baru yang juga berpotensi adalah Durian Musang King yang berhasil tumbuh subur di Sulteng. Ia menuturkan, 85 persen Durian Musang King di Jatim masih dipenuhi dari impor. Sedangkan, hasil Durian Musang King di Sulteng telah mampu merambah pasar Ekspor.

 

"Sangat dimungkinkan, melalui pertemuan ini kemudian membuka pintu perdagangan baru, dimana Durian jenis Musang King dari Sulteng sangat potensial," ucapnya optimis, sambil mengucap terimakasih dan berharap Provinsi Sulteng akan bertandang ke Jatim untuk melakukan misi dagang serupa.

 

Kemudian, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengaku optimis terjalin kerjasamakan antara Sulteng dan Jawa Timur. Sulteng memiliki potensi besar, namun masih memerlukan pendampingan dan peningkatan kualitas.

 

"Terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah menginisiasi kerjasama ini sehingga disamping punya potensi, kita juga bisa berkembang lebih baik lagi," ujar Gubernur Anwar.

 

Pihaknya mengaku sangat senang bisa bertemu dan belajar langsung dengan Gubernur Khofifah. Seperti potensi Durian Musang King yang ada di Sulteng, yang bisa dikembangkan untuk mendapat nilai tambah.

 

Di kesempatan itu, juga dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OPD Jatim dengan OPD Sulteng sebagai penguatan sinergi dan kolaborasi antar kedua daerah.

 

Sebagai informasi, dalam Misi Dagang Jatim-Sulteng juga mencatat nilai transaksi tertinggi oleh beberapa pelaku usaha. Misalnya, antara Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jatim asal Mojokerto dengan Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Sulteng asal Kota Palu dengan komoditi Susu Sapi, Daging Ayam, Daging Sapi dan Daging olahan senilai Rp 919 Miliar per tahun. Kemudian CV. RUM SEAFOOD dengan CV. ANDI FITRI REZKIANA dengan komoditi 900 ton ikan kembung, 720 ton tuna loin dan 300 ton bandeng senilai Rp 96,3 miliar per tahun. (*)

Editor : Tudji Martudji