SURABAYA, iNFONews.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memperluas penyediaan fasilitas Water Station di sejumlah stasiun sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 unit Water Station telah beroperasi di enam stasiun dan berpotensi menekan penggunaan sekitar 640 ribu botol plastik dalam enam bulan.
Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi 10 persen dari total pelanggan KAI Daop 8 Surabaya selama Semester I 2026 memanfaatkan fasilitas isi ulang air minum dengan membawa tumbler pribadi. Pada periode Januari-Juni 2026, jumlah pelanggan mencapai 6.419.803 orang, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 5.947.731 pelanggan.
Dengan asumsi satu kali pengisian ulang menggantikan satu botol air minum kemasan berukuran 600 mililiter, volume air yang berpotensi diisi ulang mencapai sekitar 384 ribu liter.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, penyediaan Water Station merupakan bagian dari transformasi layanan yang mengedepankan kenyamanan pelanggan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
"Penyediaan Water Station merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang semakin nyaman, praktis, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Kami ingin mengajak masyarakat membiasakan membawa tumbler saat bepergian. Jika dilakukan bersama-sama, langkah sederhana ini dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai," ujar Mahendro.
Meski demikian, Mahendro menegaskan angka 640 ribu botol plastik merupakan potensi pengurangan, bukan jumlah penggunaan Water Station yang telah terealisasi. Proyeksi tersebut menggambarkan manfaat lingkungan yang dapat dicapai apabila semakin banyak pelanggan memanfaatkan fasilitas isi ulang air minum.
Tersebar di Enam Stasiun
Saat ini, Water Station tersedia di enam stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, yakni Stasiun Malang, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Wonokromo, Sidoarjo, dan Lamongan.
Sebanyak enam unit ditempatkan di Stasiun Malang dan enam unit di Stasiun Surabaya Gubeng, masing-masing tersebar pada tiga area pelayanan. Sementara Stasiun Surabaya Pasarturi memiliki lima unit di tiga titik pelayanan, sedangkan sisanya berada di Stasiun Wonokromo, Sidoarjo, dan Lamongan.
Penempatan fasilitas disesuaikan dengan tingkat mobilitas penumpang di setiap stasiun sehingga mudah diakses sebelum keberangkatan maupun setelah tiba di tujuan.
Kualitas Air Dipastikan Aman
Selain menyediakan akses air minum gratis, KAI memastikan kualitas air yang tersedia memenuhi standar keamanan konsumsi.
Air pada Water Station telah melalui pengujian di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Hasil uji menunjukkan air memenuhi seluruh 20 parameter baku mutu, mencakup aspek mikrobiologi, fisik, hingga kimia sesuai standar kualitas air minum di Indonesia.
KAI juga melakukan pengujian kualitas air dan perawatan fasilitas secara berkala untuk menjaga higienitas serta kenyamanan pelanggan.
Mahendro menambahkan, Water Station bukan hanya fasilitas pelengkap perjalanan, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi publik yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Seteguk air sebelum perjalanan dapat membantu menjaga kebugaran pelanggan selama berada di kereta. Di sisi lain, membawa tumbler sendiri merupakan langkah sederhana yang memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah plastik. Kami mengajak seluruh pelanggan memanfaatkan Water Station secara bijak dan bersama-sama membangun budaya perjalanan yang lebih ramah lingkungan," katanya.
Seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta api, KAI Daop 8 Surabaya menyatakan akan terus menghadirkan inovasi layanan yang tidak hanya mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga mendukung penerapan prinsip keberlanjutan di sektor transportasi publik.
Editor : Alim Kusuma