Sabtu, 31 Jan 2026 04:36 WIB

Fakultas Farmasi Unair Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Batam tentang Obat Tradisional dan Modern

Pemberian materi sesi 1 tentang obat tradisional di acara kegiatan Pengmas ACDH 2025. INPhoto/Tim Pengmas
Pemberian materi sesi 1 tentang obat tradisional di acara kegiatan Pengmas ACDH 2025. INPhoto/Tim Pengmas

BATAM, iNFONews.ID - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) menggelar kegiatan edukasi tentang pengelolaan dan penggunaan obat tradisional serta modern yang tepat di Pulau Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2025, yang telah dimulai sejak tahun 2022.

Ketua ACDH 2025, Irfan Wahyudi, S.Sos., M.Comms., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan hampir seluruh fakultas di Unair.

"Fakultas Farmasi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi terkait kesehatan kepada masyarakat, khususnya tentang pemanfaatan obat tradisional dan penggunaan obat modern yang bijak," ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Belakang Padang pada 18 September 2025 ini, didanai oleh RKAT Fakultas Farmasi Unair tahun anggaran 2025.

Tim Pengmas Fakultas Farmasi Unair yang terdiri dari Prof. Dr. apt. Wiwied Ekasari, M.Si, dan apt. Arie Sulistiyarini, S.Si., M.Pharm., menggandeng kader posyandu dan PKK Kecamatan Belakang Padang dalam kegiatan ini.

"Kami melihat potensi besar pada tanaman obat keluarga (TOGA) yang ada di Pulau Belakang Padang. Namun, masyarakat masih membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara mengelola dan memanfaatkannya secara optimal," ungkap Prof. Wiwied Ekasari.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan penyuluhan tentang pengenalan jenis-jenis tanaman obat, cara membuat ramuan obat yang benar, serta materi tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat modern.

"Edukasi tentang DAGUSIBU sangat penting agar masyarakat dapat menggunakan obat modern dengan aman dan tepat," jelas apt. Arie Sulistiyarini, S.Si., M.Pharm.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi penyuluhan. Ketua Forum Kader Posyandu Kecamatan Belakang Padang, Muhammad Suwardi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Fakultas Farmasi Unair atas edukasi yang diberikan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut, sehingga kami dapat mengembangkan sentra TOGA kami dengan lebih baik," tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan, Tim Pengmas Fakultas Farmasi Unair memberikan kenang-kenangan dan buku kepada perwakilan kader Posyandu dan PKK untuk pengembangan Sentra TOGA di Belakang Padang.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional dan modern, serta mendorong pemanfaatan TOGA secara optimal untuk kesehatan dan perekonomian keluarga.

Editor : Alim Kusuma