Sabtu, 31 Jan 2026 23:34 WIB

Menuju Masa Depan Kopi Indonesia yang Cerah bersama KAPPI Global

Forum internasional, "Global Coffee Market Insight 2025: From Indonesia to Japan, for the World," di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka. INPhoto/KAPPI
Forum internasional, "Global Coffee Market Insight 2025: From Indonesia to Japan, for the World," di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka. INPhoto/KAPPI

OSAKA, iNFONews.ID - Pasar kopi Jepang menunjukkan potensi besar bagi produk kopi berkualitas tinggi, konsisten, dan berkelanjutan.

Indonesia, sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, memiliki peluang emas untuk kembali menjadi pemain utama di pasar ini, mengingat sejarah panjang hubungan kedua negara dalam perdagangan kopi.

Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) berinisiatif menggelar forum internasional, "Global Coffee Market Insight 2025: From Indonesia to Japan, for the World," di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka.

Forum ini mempertemukan pakar kopi global, pelaku industri, dan pembuat kebijakan untuk mengevaluasi posisi kopi Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.

Judith Ganes, konsultan kopi terkemuka dari J. Ganes Consulting, menjelaskan fluktuasi harga kopi global yang dipengaruhi oleh pasokan. Ia menekankan perlunya inovasi dan adaptasi bagi negara produsen.

“Kunjungan kami menunjukkan potensi luar biasa kopi dataran tinggi Indonesia, eksperimen varietas Robusta dan Arabika yang menjanjikan, serta keterlibatan komunitas yang kuat. Yang paling menggembirakan adalah adanya generasi muda petani kopi yang sangat prospektif," kata Ganes, usai mengunjungi perkebunan kopi di Sekincau (Lampung) dan Warnasari (Jawa Barat).

Indonesia menjawab tantangan ini dengan meningkatkan kualitas kopi, diversifikasi varietas, praktik pertanian berkelanjutan, dan regenerasi petani. Hal ini merupakan kunci keberhasilan Indonesia di pasar global.

Forum ini melanjutkan kesuksesan forum sebelumnya, "Comeback with Confidence – Reviving the Glory of Indonesian Coffee in Japan," yang fokus pada pemulihan hubungan dagang pasca pengetatan regulasi Maximum Residue Limit (MRL).
Kedua forum tersebut menekankan pentingnya edukasi petani, peningkatan kualitas, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Masataka Nakano dari Key Coffee Inc. menyatakan bahwa konsumen Jepang sangat menghargai konsistensi rasa dan kualitas.

Key Coffee sendiri telah menjalin kerjasama jangka panjang dengan Indonesia melalui PT. Toarco Jaya sejak 1976 di Toraja.

Dody S. Sembodo Kusumonegoro, Minister Counsellor KJRI Osaka, menambahkan bahwa kopi telah menjadi jembatan penting dalam diplomasi budaya Indonesia-Jepang.

"Forum ini membuka kembali dialog strategis untuk menguatkan posisi kopi Indonesia di hati masyarakat Jepang," ungkapnya.

Moelyono Soesilo, Ketua Kompartemen Kopi Spesialti AEKI, menjelaskan bahwa tantangan seperti regulasi MRL telah mendorong perbaikan sistemik, termasuk pelatihan petani tentang penggunaan pestisida aman, penguatan uji laboratorium, dan penerapan sistem tumpang sari.

Roby Wibisono dari KAPPI menyatakan visi organisasi untuk membentuk komunitas kopi Indonesia yang berpengetahuan dan berdaya.

"Masa depan kopi Indonesia bergantung pada generasi baru petani dan profesional kopi," ujarnya.

Dengan dukungan dari pelaku industri Jepang seperti UCC Japan dan Key Coffee, serta kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan komunitas kopi lokal, Indonesia optimistis dapat membangun jalur ekspor yang lebih kuat dan berkelanjutan, memastikan kopi Indonesia tetap menjadi pilihan utama di masa depan.

Editor : Alim Kusuma