Para lansia dari Uswatun Hasanah dan ITS 93 menunjukkan tas multiguna berbahan APK di Jl. Kejawan Putih BMA 33, Surabaya. INPhoto/ITS 93

SURABAYA, iNFONews.ID - ITS 93 punya cara jitu dalam memanfaatkan sampah APK atau alat peraga kampanye yang sudah gak terpakai. Sampah berupa pamflet, banner, spanduk, dan baliho berbahan vinyl itupun akhirnya bernilai ekonomi.

ITS'93 inipun bekerjasama dengan para lansia Uswatun Hasanah. Bersama para lansia, sampah APK diolah menjadi barang berguna yakni tas multiguna.

Kegiatan pengolahan sampah APK digelae di Posyandu Lansia "Uswatun Hasanah" RW 02 Kejawan Putih Tambak, Jl. Kejawan Putih BMA 33 Surabaya. Sampah APK tersebut diubah menjadi barang berguna yakni tas multiguna.

Ketua Harian ITS ’93, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kepedulian teman-teman ITS khususnya angkatan 93 dan para Lansia “Uswatun Hasanah” Kejawan Putih Tambak untuk memanfaatkan sampah APK jadi barang yang mempunyai nilai ekonomis.

“Saat ini terkumpul lebih dari 900 lembar banner, baliho, spanduk berbagai ukuran, yang diperoleh dari berbagai sumber, diantaranya sumbangan masyarakat, teman-teman ’93 dan beberapa yang menjadi caleg. Kami juga berkoordinasi dengan Panwascam setempat terkait sampah APK di lingkungannya,” tutur Radian Jadid.

Sita Pramesthi, menyatakan bahwa para lansia sangat antusias dalam mengelola sampah APK, mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat daripada menjadi sampah yang dibuang begitu saja.

“Semua dipilah, diukur, dan dipotong untuk kemudian dijadikan tas belanja dengan berbagai model dan variasi. Sekarang belanja ndak boleh pakai kresek. Dengan adanya tas multiguna, kami berharap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk mencoba dan mengembangkannya,” ungkap Ketua Posyandu Uswatun Hasanah.

Ia berharap banyak orang menyukainya. Tas tersebut akan diberikan secara gratis kepada anggota lansia dan masyarakat sekitar yang membutuhkannya.

Pembuatan tas multigiuna ini mudah dan cepat. Hanya dengan menggunakan sampah APK, lem, dan gunting, dalam waktu setengah jam saja, sudah tercipta puluhan tas.

Reporter : Patrick Cahyo Lumintu

Editor : Alim

Berita Terbaru