Minggu, 15 Feb 2026 00:39 WIB

Puskesmas Kedungdoro Surabaya Gelar Gerak Jalan, Usung Slogan Edukatif

INFOnews.id | Surabaya - Memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2023, Puskesmas Kedungdoro Surabaya menggelar lomba Gerak Jalan dengan mengusul Yel Yel Edukatif.

Gerak jalan tersebut diikuti oleh Kader Hebat Surabaya dari 14 Rukun Warga (RW). Masing-masing tim berjumlah sepuluh orang. Acara itu berlangsung di Lapangan Jalan Tegalsari depan Hotel Bisanta Bidhakara, Sabtu (2/12/2023).

Mereka juga ditantang membuat yel-yel menarik agar penderita HIV tak jadi momok seperti anggapan negatif mayoritas orang selama ini.

Kepala Puskesmas Kedungdoro, dr. Yessy Pebriaty Sukatendel, MM, mengatakan, penanganan dan edukasi tentang HIV dilakukan secara berkala lewat berbagai macam penyuluhan, screening dan terutama pengobatan.

Sementara edukasi juga menyasar masyarakat umum di wilayahnya menggandeng komunitas. Puskesmas Kedungdoro berkomitmen terus berjejaring dengan berbagai kelompok masyarakat. Mulai komunitas suporter sepak bola, waria, dan lain-lain.

"Kita melakukan mobile VCT yaitu pemeriksaan jemput bola, kita turun ke masyarakat," kata dr Yessy.

Mobile VCT itu menyasar tempat-tempat hiburan malam, seperti pijat tradisional, karaoke dan lainnya. Sedangkan di Puskesmas Kedungdoro juga membuka pelayanan setiap hari.

Dijelaskan, tren kasus HIV/AIDS di Kedungdoro terus meningkat setiap tahun. Bahkan setiap bulan rata-rata ada penambahan sekitar 3-10 orang penderita baru hasil screening. Sementara stok ARV sebagai obat rutin penderita selalu tersedia.

"Setiap bulan mengalami peningkatan kurang lebih 10 kita temukan setiap bulan yang tes di Puskesmas Kedungdoro untuk tahun 2023 ini di mana yang tes tentu lebih banyak," ujarnya.

Guna menekan peningkatan jumlah kasus HIV, Puskesmas Kedungdoro melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada kader. Ada pula Wadah Peduli AIDS (WPA) dan saat ini juga memperingati Hari AIDS Sedunia dengan penyuluhan penanggulangan HIV/AIDS.

"Kita juga ada langkah inovasi dari Kader Surabaya Hebat untuk membuat yel-yel tentang HIV/AIDS," ucapnya.

Dokter Yessy mengakui bukan hal mudah memberikan pemahaman kepada masyarakat di tengah stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS. Maka, yel-yel yang diperlombakan pada momen ini diharapkan bisa menekan ketakutan dan stigma negatif di masyarakat. Bahwa penularan HIV/AIDS tak semudah yang mereka bayangkan.

Camat Tegalsari Kartika Indrayana pada kesempatan yang sama mengapresiasi seluruh aksi Puskesmas Kedungdoro dalam menangani HIV/AIDS.

"Memang kami ini bergerak terus dan melakukan kegiatan rutin sebenarnya yang dilakukan oleh Puskesmas dan dibantu khususnya kader kecamatan dan teman-teman organisasi untuk HIV/AIDS," katanya.

Pihaknya sudah memetakan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial di Kecamatan Tegalsari. Termasuk HIV/AIDS, narkoba, stunting dan lainnya.

"Wali Kota Pak Eri mengatasi bagaimana permasalahan kesejahteraan sosial di Surabaya itu dieliminir bahkan bisa dinolkan," tandasnya.

Untuk diketahui, Puskesmas Kedungdoro Surabaya memperingati Hari AIDS Sedunia 2023 dengan cara unik melalui lomba gerak jalan dan yel-yel edukatif. Gerak jalan tersebut diikuti oleh Kader Hebat Surabaya dari 14 Rukun Warga (RW). Masing-masing tim berjumlah sepuluh orang. Acara itu berlangsung di Lapangan Jalan Tegalsari depan Hotel Bisanta Bidhakara. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji