Sabtu, 31 Jan 2026 03:51 WIB

Buruh di Jatim Kembali Suarakan Penolakan UU Cipta Kerja

Buruh berorasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya (Foto:IN/tudji)
Buruh berorasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya (Foto:IN/tudji)

INFOnews.id | Surabaya - Massa buruh dari berbagai elemen di Jawa Timur, kembali menggelar aksi, menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (27/10/2020).

Aksi massa itu berlangsung damai, tak seperti di hari pertama yang diwarnai muntahan gas air mata. Seperti yang pernah terjadi di depan Gedung Negara Grahadi, 8 Oktober 2020, lalu.

Perwakilan buruh, di atas mobil sound system bergantian menyuarakan kritik kepada pemerintah, tegas menolak Omnibus Law. Mereka tegas menolak penerapan Omnibus Law.

"Kita tegas menolak Omnibus Law, dan Pemerintah Provinsi Jatim harus menyuarakan itu ke pemerintah pusat. Kawan-kawan, sampai hari ini kita tetap tegas memperjuangkan nasib buruh," teriak lelaki yang berorasi.

Meski orasinya menyala-nyala aksi kali ini berjalan tertib dan damai. Teriakan mereka tegas menolak Omnibus Law dan meminta pemerintah memperhatikan nasib buruh. Dalam orasi tegasnya, juga terselip lontaran kritik untuk Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang tidak menemui mereka.

"Lagi-lagi kita tetap dihadapkan pada kesombongan, terbukti hingga saat ini, Gubernur Jatim Ibu Khofifah tidak mau menemui kita," katanya.

Elemen buruh yang turun aksi, terlihat dari bendera atau lambang yang tertera diantaranya ada KSPSI, KSPI, KSBSI, FSP LEM SPSI, FSP KEP SPSI, FSP RTMM SPSI, FSP KAHUT SPSI, FSP KEP KSPI, FSPMI KSPI, FSP PPMI KSPI, FSP FARKES Rev. KSPI, FSP KAHUTINDO, FSP PRODUKTIVA, SPN, SARBUMUSI, dan FSP FARKES SPSI.

Akibat aksi massa itu, Jalan Pahlawan ditutup total, hingga petang tadi, aksi massa dengan tertib membubarkan diri. Guna menjaga ketertiban, selain personil polisi yang berjaga, polisi wanita juga ikut diturunkan, mereka berdiri di belakang kawat berduri.

Meski diwarnai lontaran kalimat kritik, aksi berjalan tertib. Petugas berseragam loreng dari Satuan Marinir juga terlihat berjaga di setiap sudut jalan, dipastikan guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga batas akhir, massa buruh kemudian membubarkan diri dengan tertib. (*)

Editor : Redaksi