UMKM Belum Tersentuh, Cak Rosy Kritik Kebijakan Pemkot Surabaya

Ketua PDPM Surabaya, Achmad Rosyidi

Infonews.id | Surabaya - Penyebaran virus Corona atau Covid-19, yang telah memakan banyak korban meninggal dunia, meski memang ada yang sembuh, namun membuat kalang kabut banyak pihak.

Menanggapi itu, Ketua PDPM Surabaya, Achmad Rosyidi, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam penanganan dan pencegahan virus Corona. 

Pemuda itu mengatakan, sudah banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk melawan penyebaran Corona.

"Program untuk lawan Corona yang dicanangkan Pemkot sudah banyak," kata Rosyidi, Minggu (5/4/2020).

Meski begitu, Cak Ros, sapaan akrabnya, mengkritisi Pemkot Surabaya karena belum memiliki program untuk masyarakat terdampak ekonomi. Seharusnya, Pemkot sudah punya solusi untuk mereka.

"Pandemi virus Corona sudah sebulan, tapi saya lihat Pemkot (Surabaya) masih adem ayem seola-olah ada pemberian," ujarnya.

Banyak pedagang kecil maupun UMKM yang terkena dampak karena virus Corona. Dia mencontohkan para pedagang di pasar yang omzetnya turun, karena pasarnya sepi pembeli. Belum ada tindakan nyata.

"Itu harus ada solusi, harus ada program dari pemerintah yang fokus untuk menangani masyarakat terdampak secara ekonomi," tegas dia, sambil menambahkan bukan saatnya pencitraan, langkah nyata harus dilakukan melindungi nyawa dan juga ekonomi masyarakat kecil.

Terkait itu, Cak Ros juga menyoroti Pemkot Surabaya yang belum mengumumkan berapa jumlah anggaran yang disediakan untuk penanganan dan solusi sosial dampak virus Corona.

Padahal, di daerah lain seperti Jateng, Jabar, Jakarta, Kabupaten Muba sudah umumkan besaran anggarannya dan langsung action, turun membantu masyarakat miskin.

"Saya cuma dengar jika dana untuk tangani Corona akan diambil dari anggaran ATK dan dana proyek. Ada juga yang menyebut diambil dari pengadaan mobil dinas. Tapi, ini semuanya masih tidak jelas mekanisme pengeluaran dana untuk melawan Corona seperti apa. Jumlahnya aja juga belum tahu," kritik pemuda itu.

Selain belum jelas jumlah anggaran untuk dampak virus Corona, Pemkot Surabaya juga belum membeber alokasi dana penanganan itu digunakan untuk apa.

"Harus dibuka ke publik, dananya berapa dan dibuat untuk apa saja, harus transparan jangan ditutupi," tegasnya.[]

infonews.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait