JAKARTA, INFONEWS.ID - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengantongi volume penjualan sebesar 15,09 juta ton sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 4,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 14,46 juta ton. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif pulihnya sektor konstruksi dan properti yang langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.
Kenaikan kinerja emiten berkode saham SMGR ini ditopang oleh pasar domestik yang tumbuh 9,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Permintaan terbesar datang dari segmen semen kantong yang melonjak hingga 11,9 persen yoy. Tren ini menunjukkan bahwa aktivitas pembangunan rumah tangga dan proyek skala kecil di masyarakat tengah bergerak dinamis.
Baca juga: Ekonomi Desa Berputar, 36 UMKM Tuban Naik Kelas Didorong SIG
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa keberhasilan korporasi mempertahankan tren pertumbuhan ini terjadi berkat eksekusi strategi yang tepat di tingkat akar rumput.
"Kami menerapkan strategi pengelolaan pasar mikro untuk menjaga konsistensi pertumbuhan ini hingga Mei 2026. Langkah ini terbukti ampuh mendongkrak daya saing perusahaan di tengah situasi industri yang penuh tantangan," ujar Vita dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Kelancaran bisnis BUMN semen ini juga tidak lepas dari integrasi kebijakan di bawah koordinasi BP BUMN dan Danantara. Pendekatan baru tersebut membuat tata kelola korporasi menjadi lebih terukur, transparan, dan berbasis pada pencapaian hasil finansial yang konkret.
Ekspansi Pasar Global dan Pengurangan Emisi
Baca juga: Rumah BUMN SIG di Rembang Cetak Transaksi Rp6,9 Miliar, 580 UMKM Berkembang
Selain mengamankan pasar dalam negeri, produsen semen pelat merah ini memperluas jangkauan ke pasar internasional. Langkah ekspansi dilakukan guna mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik yang ada sekaligus mengenalkan produk hilir yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Paling baru, SIG merambah pasar Amerika Serikat memanfaatkan fasilitas pengapalan yang berada di Tuban, Jawa Timur. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), perusahaan mengirimkan 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke negara paman sam tersebut.
Proyek ekspor ini berjalan melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation. Sepanjang tahun 2026, SIG membidik total pengapalan semen khusus ke Amerika Serikat mencapai 450 ribu metrik ton yang dikirim secara bertahap.
Baca juga: SIG Ubah Sampah Kelapa di Pantai Lampuuk Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60 Persen
"Arah bisnis baru ini membuat operasional kami tetap tangguh di tengah ketatnya persaingan pasar, sekaligus memperkuat modal pertumbuhan jangka panjang. Kami akan terus mematangkan strategi ini agar tetap adaptif dan kompetitif," tambah Vita.
Sebagai holding semen BUMN, SIG kini mengendalikan enam anak usaha raksasa, yakni Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Solusi Bangun Indonesia, Semen Baturaja, dan Thang Long Cement Company di Vietnam.
Transformasi global ini juga diimbangi dengan komitmen menekan emisi gas rumah kaca pada setiap proses produksi guna menjaga kelestarian lingkungan sekitar wilayah tambang.
Editor : Alim Kusuma