Hari ke-21, Sebanyak 28.445 Jemaah dan Petugas Diberangkatkan Menuju Tanah Suci

Reporter : Tudji Martudji
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam (IN/PHOTO: HUMAS)

SURABAYA, iNFONews.ID — Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-21 terus berjalan lancar dan tertib. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 11 Mei 2026, sebanyak 28.445 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci atau mencapai 65 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Secara kumulatif hingga 10 Mei 2026, sebanyak 26.927 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 71 kloter. Pada 11 Mei 2026, Embarkasi Surabaya kembali memberangkatkan lima kloter, yakni SUB 72 hingga SUB 76, dengan total 1.897 orang. Dengan tambahan tersebut, total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan mencapai 28.445 orang dalam 76 kloter.

Komposisi jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 13.253 laki-laki dan 15.192 perempuan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh proses pemberangkatan terus dioptimalkan agar berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal penerbangan.

“PPIH terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait agar pelayanan jemaah berjalan maksimal, baik dari sisi akomodasi, kesehatan, transportasi, maupun proses penerbangan,” ujarnya.

Dalam operasional pemberangkatan, tercatat sebanyak 122 mutasi keluar yang memengaruhi manifest keberangkatan jemaah. Rinciannya meliputi 1 jemaah sakit di daerah, 23 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, 2 jemaah tunda karena kondisi hamil di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), 11 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 27 jemaah tunda keberangkatan dari daerah, 2 jemaah tunda melalui skema Mecca Route terdiri atas 1 jemaah sakit dan 1 pendamping, 34 kursi kosong atau praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, serta 19 perpindahan kloter.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk yang terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter dan 42 jemaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi. Dengan demikian, jumlah kursi kosong (open seat) yang tersisa tercatat sebanyak 55 kursi.

“Skema pengisian kursi kosong terus kami optimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan jemaah yang siap berangkat dapat segera diberangkatkan,” tambah Mohammad As’adul Anam.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP), sebanyak 73 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan.

PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat hingga saat ini terdapat enam jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi, yaitu:

1. Kamariyah Dul Tayib (85 tahun), Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan

2. Abd Wachid (71 tahun), Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan

3. Fajar Puja Sasmita (53 tahun), Kloter 11 asal Kota Malang

4. Sibiatun Saji (72 tahun), Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan

5. Mustika Rajim D (75 tahun), Kloter 47 asal Kabupaten Gresik

6. Suyono Reso (58 tahun), Kloter 62 asal Kabupaten Jombang

Menurut laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Arab Saudi. PPIH Embarkasi Surabaya juga terus berkoordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal masing-masing.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.

Sementara itu, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 12 orang yang terdiri atas 8 jemaah sakit, 2 pendamping, dan 2 jemaah kategori lain-lain. Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.

Beberapa jemaah yang masih berada di embarkasi di antaranya Tini Atmin asal Kabupaten Gresik, Suryanto Timan asal Kabupaten Sidoarjo, Behriyeh Madisa Markuna asal Kabupaten Sampang, Mokhamad Yusuf asal Kabupaten Mojokerto, Haramain Amaq Kumin asal Provinsi Bali, Ibrahim Mujab asal Provinsi Bali, Ahmad Nung Nuridin asal Provinsi Bali, Manah Saram asal Kabupaten Pamekasan, Ummiyeh Hamiri Hisam, Sitirah Moh Yahya asal Provinsi Bali, Sujai Buyah dengan status tunda Mecca Route karena sakit, serta Suhaebah M Husain sebagai pendamping.

Pada fase pertama pemberangkatan ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.

PPIH Embarkasi Surabaya juga menjadwalkan kedatangan jemaah ke Asrama Haji pada 12 Mei 2026 sebanyak 760 orang dalam dua kloter, yakni SUB 82 dan SUB 83 yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Banyuwangi.

PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh jemaah selama proses operasional embarkasi berlangsung. (*) Humas PPIH

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru